BeritaHR

Media Belajar Human Resources

Ribuan Buruh Demo Tolak Listrik Biarpet

leave a comment »

SURABAYA- KoranHR.com. (MI): Sekitar 3.000 buruh dari berbagai perusahaan di Gresik, Jawa Timur, berunjuk rasa menuntut PT PLNagar tidak menerapkan pemadaman bergilir.
Aksi buruh itu dimulai di tiga titik wilayah. Di wilayah Gresik Selatan, buruh merangsek dari Kecamatan Wringin Anom dan Driyorejo. Di sektor utara, para buruh berkumpul di depan Pabrik Maspion Manyar dan di sektor Gresik Barat Kota, mereka berkumpul di Jalan Kapten Darmo Sugondo. Mereka kemudian menyatu bergerak ke Kantor PLN Gresik.

Para buruh melakukan aksi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan PT PLN yang telah melakukan pemadaman bergilir di wilayah Gresik yang berimbas ke industri.

“Pemadaman bergilir sangat merugikan buruh, pendapatan buruh menjadi berkurang, kami tidak dapat uang lembur,” kata koordinator aksi Suyitno, kemarin.
Mereka menuntut agar PT PLN membatalkan SKB lima menteri tersebut. Kebijakan pemadaman bergilir membuat buruh makin menderita. Hampir semua perusahaan di Gresik telah menerapkan SKB tersebut dengan mengubah jadwal kerja. Namun, perubahan itu justru merugikan buruh.
“Buruh sekarang banyak yang menganggur, setelah kerja, biasanya lembur. Sekarang tidak bisa lagi. Ini jelas-jelas merugikan kami,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Bidang Diklat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim Hariyanto mengatakan penerapan SKB Lima Menteri, yakni menggeser hari kerja bagi kalangan pelaku industri, diharapkan bisa ditinjau kembali. ”Setelah diberlakukan per 31 Juli lalu, penerapan SKB Lima Menteri ini tidak berjalan sesuai dengan harapan para pelaku industri.”
Pemindahan hari kerjanya itu tidak didukung dengan pelayanan jasa yang lain. Misalkan, perbankan maupun jasa pemerintahan yang pada Sabtu dan Minggu tetap memilih tutup. Akibatnya, proses produksi atau proses perizinan terhambat. Pada gilirannya, para pelaku industri tidak bisa bekerja secara optimal.
Setelah Magelang, PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Purwokerto, Jawa Tengah, yang meliputi Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, dan Banyumas memastikan tidak akan melakukan pemadaman bergilir pada malam hari selama Ramadan. ”Pemadaman hanya akan dilakukan pada siang hari,” kata Asisten Manajer Pelayanan APJ Purwokerto Marsupriyanto.

(Bersambung Ke halaman 3 Kol 5)

Written by brammantya kurniawan

August 26, 2008 at 2:31 am

Posted in Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: