BeritaHR

Media Belajar Human Resources

Rekrutmen Sales

leave a comment »

Penulis : Fanny Herdina

Pekerjaan sales memang one-of-a-kind. Secara deskripsi kerja jelas punya diferensiasi yang spesifik dibandingkan dengan rumpun pekerjaan yang lain. Secara spesifikasi akhirnya juga menuntut kualitas orang yang berbeda.

Walaupun produk dan jasa yang dijual bisa berbeda, namun secara umum, tim sales adalah ujung tombak bagi setiap industri. Tidak peduli apakah produk Anda minyah tawon, panci presto, motor cina, credit card, mesin pijat ikan, konsultasi psikologi, perencanaan keuangan keluarga; apa pun produk Anda, jelas Anda membutuhkan tim penjualan (in one or other way). Kebutuhan akan tenaga kerja spesifik ini juga sangat tinggi, mulai dari spesifikasi pendidikan lulus SMA sampai requirement yang minimal sarjana. Namun apakah ada supply tenaga yang cukup di luar sana?

Berdasarkan semua pengalaman yang berhasil dikumpulkan; baik pribadi maupun dari teman sesama rekruter; ternyata sales pun masih bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok. Kelompok-kelompok ini kemudian akan menentukan sourcing yang tepat, metode seleksi yang sesuai, paket remunerasi yang menarik serta image orang-orang yang diletakkan di bagian depan sebagai rekruter.

Kelompok pertama adalah kelompok sales untuk barang-barang yang memang dibutuhkan oleh orang. Produknya bisa air galon, makanan, minuman, pakaian, kosmetik tanpa merk, dll. Untuk kelompok ini sebaiknya iklan diletakkan di media-media kelas dua. Flyer juga bisa jadi pilihan yang bagus. Metode seleksinya cukup wawancara awal, dilanjutkan dengan user, kontrak, beres.

Kelompok kedua adalah kelompok sales barang-barang yang bukan kebutuhan utama. Telepon, mobil, motor, komputer, buku, ensiklopedia, dll. Sedikit dibutuhkan spesifikasi yang lebih karena tuntutan technical product knowledge yang lebih complicated. Kalau toh mau lewat koran, mungkin ada baiknya pilih media yang sudah punya kelasnya sendiri. Pasang pengumuman di kampus sedikit kurang efektif. Metode seleksi tentunya jadi lebih beragam sehubungan dengan tuntutan kompetensi yang memang mulai sedikit lebih kompleks. Terakhir, hindari frontliners yang kurang peka; seperti datang terlambat waktu psikotes, keep candidates waiting atau menyebut “kamu” ke kandidat. Fatal.

Kelompok ke-3 jauh lebih sophisticated. Biasanya yang dicari adalah orang-orang yang berpengalaman atau produk yang dijual sifatnya B2B. Jadi tidak bisa sembarang orang. Metode seleksinya tentu ditambah dengan kemampuan presentasi serta interpersonal skill yang decent. Iklan sebaiknya pakai mailing list atau akan lebih aman kalau pakai rekomendasi. Frontliners? Sabaiknya jauh lebih sopan dan decent; serta jangan pernah berpikir “biarin aja, toh kandidat yang butuh pekerjaan” jadi terus semena-mena. Hiks.

Demand-nya yang tinggi. Spesifikasinya yang unik. Supply-nya yang relatif terbatas. Mekanisme kerja yang kompleks -mengingat kepentingan organisasi dan kepentingan employee. Paket remunerasi yang berbeda. Bisa jadi memang dibutuhkan cara khusus untuk mendapatkan sales yang sesuai. Instead of berharap sales yang direkrut sudah matang dan organisasi terima jadi mungkin akan lebih sesuai kalau mencari bahan mentah dan di-masak di dalam organisasi sendiri. Toh sales yang kompeten berhubungan langsung dengan bottom line organisasi kan?

Written by brammantya kurniawan

July 29, 2008 at 8:25 am

Posted in Rekrutmen

Tagged with

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: