BeritaHR

Media Belajar Human Resources

[Hukum-Online] Uji Ketahanan Pasar Ponsel Cina

leave a comment »

Uji Ketahanan Pasar Ponsel Cina
Pengunjung Stan Nexian di Indonesia Cellular Show 2008 (GATRA/Wisnu Prabowo)
 
Ada yang tak biasa dalam ajang Indonesia Cellular Show (ICS) 2008. Ini bukan terkait dengan jumlah pengunjung. Sebab, ratusan ribu orang masih menyesaki pameran selular terbesar di Indonesia yang berakhir Ahad lalu itu.

Nah, kejanggalan terlihat dari peserta pameran. Saat berkeliling area pameran seluas 10.000 meter persegi di Jakarta Convention Centre, tak tampak stand tiga vendor ponsel kelas kakap: Nokia, Samsung, dan Motorola. Padahal, sejak ICS pertama tahun 2004 silam, ketiganya tidak pernah absen.

Kali ini dari jajaran pabrikan ponsel papan atas yang terlihat hanya stand Sony Ericsson dan LG Mobile. Sedangkan, belasan stand lain diisi vendor-vendor ponsel Cina (istilah ini juga mewakili ponsel bermerek nasional buatan Cina). Ada Nexian, Hitech, Startech, K-Touch, Virtu-V, hingga Mito Mobile.

Seperti absennya trio vendor ponsel ternama, kehadiran belasan pabrikan ponsel Cina semeriah ini pun baru pertama di ICS. Sebelumnya, jumlah penjaja ponsel Cina yang ikut ICS rata-rata masih dalam hitungan jari satu tangan.

Informasi dari beberapa sumber Gatra menyebutkan, Nokia, Samsung, dan Motorola sedang ngambek. Dengan alasan menjaga brand image, tiga vendor tadi memilih tidak ikut ICS yang dipenuhi vendor telepon bermerek Cina. Namun, saat dikonfirmasi langsung, ketiganya malah memberi jawaban diplomatis. “Kami memang tak ikut saja tahun ini, tak ada alasan khusus apa pun,” ujar Corporate Communication Manager Nokia Indonesia, Regina Hutama.

Jawaban serupa juga diungkap Marketing Manager Mobile Devices PT Motorola Indonesia Yanty Agus. Sedangkan Marketing Director PT Samsung Indonesia, Stefanus Indrayana, menyatakan mereka absen karena punya banyak agenda regional dan internasional yang berlangsung bersamaan dengan ICS. “Kami sedang ada regional meeting di New Delhi dan juga persiapan Olimpiade Beijing, plus roadshow ke daerah-daerah. Jadi alokasi sumber dayanya habis,” kata Indrayana.

Trio vendor itu juga menolak anggapan ketidakikutan mereka terkait dengan upaya mempertahankan branding di tengah serbuan pabrikan ponsel Cina. Maklum, semarak stand-stand ponsel Cina di ICS memang mencerminkan kondisi pasar ponsel di Indonesia tahun ini.

Berdasar data dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika, hingga bulan Mei 2008, ada 50-an merek ponsel yang beredar di pasar Indonesia. Mayoritas (40-an merek) adalah ponsel bermerek Cina dan lokal. Sisanya lima besar merek ponsel global, yaitu Nokia, Samsung, Sony Ericsson, Motorola, dan LG Mobile. Serta segelintir merek ponsel dari Taiwan, Thailand, dan Malaysia.

Keberadaan ponsel merek lokal buatan Cina memang bukan barang baru di Indonesia. Sanex sudah masuk pasar Indonesia sejak empat tahun lalu. Nexian menyusul dua tahun kemudian. Ada pula ZTE dan Haier yang bermerek dan dibuat di Cina.

Namun banjir ponsel merek lokal dan Cina baru marak tahun lalu. Pemicunya adalah kesuksesan ponsel CDMA Huawei seri C2601 dan dua seri ponsel TV tuner Hitech. Ponsel Huawei yang, di-bundling dengan Esia, terjual 500.000 unit hanya dalam 2,5 bulan sejak dirilis September 2007. Sedangkan ponsel-ponsel TV Hitech terjual lebih dari 20.000 unit dalam empat bulan.

Sejak saat itu, aneka rupa merek ponsel lokal dan Cina menyeruak ke pasar. Namanya terdengar asing dan banyak pula yang mirip. Sebut saja Kozi, Taxco, Techno, G-One, G-Plus, G-Von, G-Star, My-G, Nexgen, Nexcom, Micxon, dan Beyond.

Berbeda dengan Hitech dan Huawei yang mulai masuk pasar dengan satu-dua seri ponsel, merek-merek Cina yang muncul belakangan lebih berani. Rata-rata mereka sudah punya lebih dari lima seri ponsel siap luncur. Malah ada vendor yang sudah punya 17 seri ponsel siap jual seperti E-Touch. Semua seri ponsel keluaran PT Comworks Indonesia ini sedang dalam proses sertifikasi di Ditjen Postel Depkominfo sejak pertengahan Mei. Dengan cara seperti ini, tak mengherankan jika ponsel yang sedang beredar di Indonesia bisa mencapai lebih dari 500 seri dan tipe.

Serbuan ponsel-ponsel Cina ternyata mulai mengusik pasar ponsel yang selama ini dipegang lima besar pemain global. Menurut data lembaga riset GfK, sampai triwulan pertama 2008, ponsel Cina punya pangsa pasar hingga 9%. Catatan ini tak beda jauh dengan capaian vendor ponsel China akhir tahun lalu. Pangsa pasar ponsel di luar lima besar tercatat 11%. Penyumbang terbesar pangsa pasar ini berasal pabrikan ponsel Cina, yaitu Huawei, Nexian, Hitech, dan Startech.

Bila dicermati, kunci sukses pabrikan ponsel Cina hingga bisa masuk jajaran 10 besar terletak pada beberapa hal. Mulai dari kejelian menyasar segmen yang tak dilirik vendor global, strategi bundling dengan operator, hingga penawaran harga murah kualitas. Ponsel-ponsel Cina yang laris di pasaran adalah ponsel berfitur TV analog dan ponsel dual mode dual on.

Produsen ponsel global umumnya tak punya dua tipe ini, karena fitur TV analog hanya laku di negara berkembang. Sedangkan fitur dual mode dual on hanya bisa dijual di negara yang menerapkan teknologi seluler GSM dan CDMA seperti Indonesia dan Cina.

Sampai saat ini, paduan aneka strategi seperti itu, mampu mempercepat pertumbuhan ponsel-ponsel Cina (baca: Nyasar Pasar Murah). Stefanus Indrayana pun mengakuinya. “Dari sisi kualitas produk, mereka memang sudah bagus,” ia menambahkan.

Tapi, tambahnya, bukan berarti ponsel-ponsel Cina akan dengan mudah menggoyang pasar pemain besar termasuk Samsung. Sebab, masih ada sisi intangible seperti brand, customer intimacy, perceive quality, dan heritage, yang belum dimiliki pabrikan ponse Cina. Membangun sisi ini pun butuh waktu lebih lama dari memperbaiki kualitas.

Minimal perlu waktu 1,5 tahun atau setara dengan product lifecycle satu ponsel. “Jadi untuk menilai keberhasilan mereka, lebih baik tunggu sampai akhir tahun ini, apakah masih sanggup bertahan,” kata Indrayana.

Tak banyak beda dengan Indrayana, Regina Hutama menyebutkan sampai saat ini Nokia tak memandang vendor ponsel Cina sebagai ancaman serius. Pertumbuhan pasar ponsel Cina saat ini dinilainya sebagai dinamika pasar biasa. “Masih terlalu dini menyatakan ini mereka tumbuh pesat, ini baru sekedar tren. Jadi tak akan membuat Nokia mengubah strategi pemasaran,” kata Regina.

Nokia memang masih terlalu perkasa di Indonesia dengan menguasai 55% dari total penjualan ponsel tahun lalu sebanyak 18 juta unit. Lalu disusul Sony Ericsson di kisaran 20%, Motorola 8%, Samsung sekitar 4%, dan LG di angka 2%.

Tahun ini, meski ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), para produsen ponsel yakin penjualan akan naik hingga 30% atau sekitar 23 juta unit. Sampai kuartal pertama 2008, ada pergeseran posisi lima besar vendor ponsel. Samsung naik ke posisi nomor tiga menggeser Motorola. Pabrikan asal Amerika Serikat ini sudah menderita kerugiaan di tingkat global. Kini Motorola sedang menjadi target akuisisi oleh pabrikan ponsel China, ZTE.

 
Astari Yanuarti
[Ekonomi, Gatra Nomor 32 Beredar Kamis, 19 Juni 2008]
 


Dapatkan informasi terkini, terupdate, berimbang dan bertanggung jawab dari seluruh informasi di Indonesia di milis :
Newspaper-Indonesia@yahoogroups.com & SuratKabar-Indonesia@yahoogroups.com 


Search Engine Terpopuler Milik Anak Bangsa

__._,_.___

———- [ Hukum-Online-subscribe@yahoogroups.com ] ———>
       SARANA MENCARI SOLUSI KEADILAN HUKUM DI INDONESIA
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.

Notes :
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun masyarakat Indonesia yang Sadar akan Hukum serta membantu program Corporate Social Responsibility (CSR), maka Milis Hukum Online mencari pembicara yang memiliki kompetensi di bidang Hukum. Tujuannya adalah mencerdaskan & membuat bangsa Indonesia sadar akan Hukum melalui kegiatan/aktivitas yang terjangkau masyarakat.

Apabila anda berminat, kirimkan CV anda ke : hukum.online@yahoo.co.id disertai dengan spesialisasi keahlian anda.
Kami tunggu kabar baik dari rekan-rekan.

Salam
Hukum Online

==================================================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
Gunakan Untuk Kepentingan Anda
==================================================
Health & Spiritual
http://healthconsultancy.blogspot.com/
http://light-energy.blogspot.com/
http://spiritualisindonesia.blogspot.com/
http://healingmedication.blogspot.com/
==================================================
Hobby & Fun
http://dragonfish-arowana.blogspot.com/
http://goldfish-world.blogspot.com/
http://cat-owner.blogspot.com/
http://homeperfumes.blogspot.com/
==================================================
Compensation & Benefit
http://compensationbenefithandbook.blogspot.com/
http://salarysurvey-indonesia.blogspot.com/
Informatif & Bermanfaat bagi HRD
==================================================
Pasang iklan bisnis anda di :
http://www.SentraBisnis.com/
Pusat Iklan baris & Bisnis Populer Indonesia
GRATIS !! GRATIS !!

MARKETPLACE

Blockbuster is giving away a FREE trial of – Blockbuster Total Access. <!– var title = ‘TITLE’; try { if (title == unescape(‘%u0054%u0049%u0054%u004C%u0045’) && document.title) title = document.title; var https = false; try {https = document.location.href.indexOf(‘https’)==0}catch(e){} document.write(‘‘); } catch(e){} //–>

Recent Activity

Visit Your Group

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

Y! Messenger

Want a quick chat?

Chat over IM with

group members.

Yahoo! Groups

Familyographer Zone

Learn how to take

great pictures.

.


__,_._,___

Written by brammantya kurniawan

June 28, 2008 at 3:22 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: