BeritaHR

Media Belajar Human Resources

[Diskusi HRD Forum] Leadership Reflections: Hubungan antara Leadership dan Coaching?

leave a comment »

Seperti Apa Hubungan Baik antara Leadership dan Coaching?

 

Setidaknya sampai sependek pengetahuan saya, saya belum pernah menemukan seseorang yang dikatakan sebagai pemimpin, yang muncul bak Indonesia Idol. Toh, dalam kontes seperti Indonesian Idol pun, sang pemenang belum tentu langsung melejit dan memiliki reputasi layaknya penyanyi senior. Apalagi untuk seorang pemimpin, dalam level apapun ia berada.

Saya juga termasuk yang tidak percaya, bahwa program-program semacam The Apprentice, mampu menghadirkan seorang pemimpin bisnis yang mumpuni, sekaliber Donald Trump, sang penggagas programnya.

Well, jelas, ini adalah sebuah pendapat yang umum, yang Anda tentu sudah tahu sejak dulu. Lalu, mengapa saya masih tertarik dan merasa perlu untuk membahasnya?

Sederhana saja, saya menemukan sudut pandang baru. Sebuah sudut pandang, yang jika Anda tahu tentangnya, Anda mungkin juga akan mendapatkan sesuatu yang baru pula.

 

Kepemimpinan adalah Keparipurnaan

Ya, kepemimpinan adalah keparipurnaan. Anda tentu masih ingat dengan bahasan lalu tentang membangun leadership melalui followership, bukan? Menjadi pengikut bukanlah sebuah derajat yang berbeda dengan menjadi pemimpin. Menjadi pengikut, justru adalah jalan untuk membangun fondasi dari kepemimpinan. Selayaknya fondasi, ketika bangunan itu sudah berdiri, ia takkan lagi terlihat sebab terpendam jauh di dalam tanah. Namun tanpa sebuah fondasi yang kokoh, keindahan sebuah bangunan hanya akan tinggal kenangan.

Saya belum pernah menemukan, adanya seseorang yang diangkat menjadi manajer, sementara ia adalah orang yang memiliki prestasi biasa-biasa saja, bahkan cenderung buruk, ketika ia masih menjadi staf. Meskipun, seorang staf dengan prestasi tinggi pun, belum tentu dipandang layak dan akhirnya dipromosikan sebagai manajer. Bahkan, yang belakangan ini sering menjadi boomerang dan menjatuhkan prestasinya, selayaknya seorang salesman handal yang keteteran ketika harus menjadi sales manager.

Saya juga belum pernah menemukan, adanya seseorang yang dipercaya menjadi pemimpin, sementara ia terlalu ahli dalam satu bidang, sehingga kurang dan bahkan tidak menguasai bidang-bidang lain yang terkait dengannya. Pada akhirnya, ia perlu mengembangkan kemampuan yang lebih general terlebih dulu sebelum bisa memimpin sebuah unit dengan fungsi kerja yang beragam.

Menceritakan 2 ilustrasi di atas, saya tiba-tiba teringat cerita seorang direktur yang pernah saya wawancarai 3 tahun lalu dalam rangka penelitian saya mengenai fenomena ‘kutu loncat’. Saat itu, beliau memberikan pelajaran kepada saya sebagai berikut:

“Jika kamu menjadi staf, maka kerjakanlah segala sesuatunya dengan amat baik, sehingga atasanmu kebingungan jika kamu tidak ada. Dan jika kamu menjadi atasan, kerjakanlah segala sesuatunya dengan teramat baik, jauh lebih baik dari stafmu, sehingga mereka tidak bisa tidak mengerjakan pekerjaan sebaik kamu mengerjakannya.”

Dari sini, followership sejatinya adalah sebuah perjalanan yang berujung pada leadership. Dengan kata lain, leadership adalah followership yang telah mencapai keparipurnaannya. Sebuah bentuk perkembangan yang perlahan tapi pasti, menjalani proses metamorfosis sampai akhirnya ia memiliki bentuk yang indah dan siap untuk terbang mengelilingi dunia.

Dan, kesimpulan lain, setiap orang akan mencapai keparipurnaan ini, namun dalam konteks yang berbeda-beda. Ada yang mencapainya dalam jabatan tertentu di sebuah perusahaan, organisasi, masyarakat, atau keluarga. Tidak penting di konteks mana ia mencapainya, sebab pada akhirnya, bukan jabatan itu yang menentukan keparipurnaannya, melainkan apa yang ia lakukan selama ia memegang jabatan tersebut. Bukankah, semua orang pada akhirnya sama di mata Tuhan? Seorang direktur, belum tentu lebih mulia dari seorang cleaning service, disebabkan tingkat pengabdian, ketulusan, keikhlasan, dan keparipurnaan pribadi yang telah ia dapatkan.

 

Lalu, Apa Hubungannya Dengan Coaching?

Sangat erat. Beberapa penelitian terakhir di ranah kepemimpinan mengindikasikan coaching sebagai metode paling mutakhir untuk mengembangkan kepemimpinan. Melanjutkan proses akuisisi pengetahuan yang didapat melalui pelatihan, coaching menjadikan setiap calon pemimpin menjalani proses pengembangan potensinya secara natural, dalam konteks tempatnya berada, namun lebih sistematik. Seorang coachee akan tetap diminta untuk menjalankan pekerjaannya sehari-hari, dengan sebelumnya menentukan sasaran dan cara baru mengerjakan pekerjaan tersebut, sehingga memungkinkannya untuk memperoleh pemahaman dan keterampilan baru.

Dikaitkan dengan bahasan di atas tentang kepemimpinan sebagai keparipurnaan, coaching akan membimbing seorang calon pemimpin untuk menjalani perannya sebagai follower dengan sasaran dan metode baru yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.

Hal ini dimungkinkan, karena proses unik yang dimiliki oleh coaching. Berbeda dengan pelatihan, seorang coach tidak mengajarkan apapun kepada coachee-nya. Seorang coach adalah seorang ahli dalam melihat potensi, untuk kemudian menggunakan serangkaian metode agar potensi tersebut dapat muncul dengan sendirinya secara natural tanpa ada proses pengajaran. Berbeda pula dengan terapi yang umumnya mengembalikan klien dari titik minus ke titik nol, dalam coaching, coachee telah berada di titik nol, dan siap untuk melangkah menuju titik plus yang diinginkan.

Demikianlah, jika Anda setuju dengan saya tentang definisi kepemimpinan yang saya kemukakan di atas, maka coaching adalah proses sentral dari pengembangan kepemimpinan saat ini. Dalam coaching lah seseorang akan menemukan makna dari keterampilan yang ia miliki. Dan, makna inilah yang kemudian akan mengantarkannya untuk ‘naik kelas’ menjadi seorang pemimpin.

__._,_.___

Spektakuler Workshop !!
"Applied Semi/Quasi Assessment & Development Center Method For Managerial Position"
9 – 10 Juli 2008,Jakarta
http://www.HRD-Forum.com
HOTLINE : 08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Dapatkan Agenda Training Thn 2008 hanya di :
http://www.HRD-Forum.com
http://www.agenda.HRD-Forum.com
——————————–
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Komunitas HRD Terbesar di Indonesia
YM : hrdforum
———————————–
Penting buat Praktisi HRD !!
http://hr-expert.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
http://kpi-owner.blogspot.com/
http://compensations.blogspot.com/
http://recruitmentskill.blogspot.com/
———————————–
Service Kami meliputi ; Training/Seminar/Workshop baik InHouse maupun Public, Konsultasi, Recruitment & Selection khusus untuk posisi HRD, Assessment, Outdoor Activity Programs, Dll yang masih berhubungan dengan bidang tugas HRD.
————————————
Jika Anda belum bergabung kirimkan email ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com
———————
Dicari Freelance Trainer !
Anda mempunyai keahlian & pengalaman mengajar di bidang HR ?
Kirim CV anda ke ; HRD.Forum@gmail.com
Subject : Freelance Trainer
———————
http://hrd-forum.blogspot.com/
———————
bagi yang ingin Contoh-contoh KPI
http://kpi-owner.blogspot.com/
———————
http://free-toefl-test.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
MARKETPLACE

Special offer for Yahoo! Groups from Blockbuster! Get a free 1-month trial with no late fees or due dates.

Recent Activity

Visit Your Group

Do-It-Yourselfers

Find Y! Groups

on Lawn & garden,

homes and autos.

Yahoo! Groups

Join a program

to help you find

balance in your life.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

.


__,_._,___

Written by brammantya kurniawan

June 28, 2008 at 3:59 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s