BeritaHR

Media Belajar Human Resources

Re: UU antimonopoli kita tdk berdaya ?[Hukum-Online] Petani Penghasil Bibit Jagung Murah di-Bui ??

leave a comment »

UU Anti monopoli digunakan untuk menjaga agar ada persaingan sehat dipasar dan tidak terjadi penguasaan pasar oleh satu pihak yang merugikan pihak lain… unfair competition.

Jadi tujuan UU Anti monopoli tidak mengatur apakah seseorang boleh copy atau tidak, UU Anti Monopoli tidak mengatur masalah perlindungan HKInya… tapi melindungi pasarnya… monopolinya.
Agar lebih mudah memahami yang di maksud, coba kita gunakan case study aplikasi UU Anti Monopoli terhadap produk HKI di Amerika cmliiw

Case yang menarik adalah mengenai browser Internet explorer dan Netscape di Amerika.
Browser diciptakan dan di populerkan Netscape… kemudian muncul Internet explorer… namun karena Internet explorer dibundle dengan Windows… akhirnya menguasai pasar di Amerika… dan Netscape penciptanya akhirnya dikalahkan oleh Microsoft saat itu yang merebut dan monopoli pasar karena bundling software dengan produk yang sudah menguasai pasaer yaitu Windowsnya…
cmliiw
Untung di Amerika ada UU Anti Monopoli sehingga bisa digunakan untuk kasus HKI ini dan UU Anti Monopoli di Amerika berlaku juga untuk produk HKI… lain di Indonesia.
Seandainya kasus diatas terjadi di Indonesia… maka UU antimonopoli kita tidak bisa digunakan untuk masalah HKI… hebat khan🙂
cmliiw

salam, rr – apwkomitel

—– Original Message —-
From: Amir Mahmud <amir@work-dnc.com>
To: Hukum-Online@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, June 24, 2008 9:37:52 AM
Subject: Re: UU antimonopoli kita tdk berdaya ?[Hukum-Online] Petani Penghasil Bibit Jagung Murah di-Bui ??

pa Muhsin, menurut saya sepertinya aset HKI tidak
bisa dikalkulasikan dengan apapun, ya namanya daya pikir seseorang
(intelektualitas) apa ada yang bisa, relatif sekali nampaknya.

kemudian juga, HKI memang merupakan monopoli yang
diberikan perlindungannya oleh perundangan akan tetapi dengan tujuan untuk
meningkatkan kreatifitas dan daya fikir manusia itu sendiri, coba anda bayangkan
jika HKI tidak dilindungi, akibatnya akan banyak peniru, plagiat, pemalsu atas
HKI tersebut, orang tidak akan mau lagi menggunakan intelektualnya.
terlebih lagi kita juga patut menghargai orang
yang telah bersusah payah dengan mengeluarkan energi, daya pikir, biaya, sarana
dll untuk menemukan HKI tersebut, apakah orang ini tidak punya hak atas hasil
karyanya ?

Demikian
Amir

—– Original Message —–
From: sinchan
To: Hukum-Online@yahoogroups.com
Sent: Monday, June 23, 2008 2:48 PM
Subject: Re: UU antimonopoli kita tdk berdaya ?[Hukum-Online] Petani Penghasil Bibit Jagung Murah di-Bui ??

Iya juga, saya pikir kalo dikit2 kesandung hak paten, cipta, dkk gawat juga. Bagaimana kalo HKI hanya diterapkan pada pihak2 yang total asetnya sudah mencapai 1 Milyar ke atas saja?
Muhsin.

On 6/21/08, rrusdiah@yahoo. com <rrusdiah@yahoo. com> wrote:
Hak atas kekayaan Intelek bukan hanya merugikan negara miskin… tapi rakyat kecil dinegara besar(maju) pun sama nasibnya… coba baca
semua kalo kebablasan pasti merugikan orang lain… jika HKI kebablasan bisa menjadi monopoli dan bisa melindungi malah yang kuat dan menekan yang lemah… percaya deh…
di Amerika ada UU Antimonopoli yang masih bisa dimanfaatkan. ..

Pertanyaanya kenapa masalah HKI dieksklusifkan di UU Anti Monopoli Indonesia … alias masalah HKI kebal terhadap UU Anti Monopoli dan Persaingan Usaha tidak sehat ? cmliiw

artinya.. nanti seandainya ada dominasi suatu pihak karena HKI ( hakcipta, paten, merek) … UU Anti Monopoli kita tumpul dan KPPU sudah tidak berdaya… coba deh dibaca pelan pelan UU Anti Monopoli kita… dan cmliiw ( correct me loh if i am wrong)…

sekalian bertanya…. siapa yang membuat & lobby konsep pasal ini ????
hav a niz weekend… 🙂

salam, rr – apwkomitel
============ =======
Ternyata agak terkuak sedikit sebab-musababnya.
Silahkan diikuti artikel di bawah ini :

Hak Paten vs Petani Kecil

Oleh
Sulistiono Kerta
wacana

Percy Schmeiser seorang petani biasa, yang sudah 50 tahun menjadi petani Kanola di Bruno, Saskatchewan, bagian Barat Kanada, dituduh menggunakan secara ilegal benih kanola hasil rekayasa produk Monsanto. Percy terancam sanksi harus membayar denda US$ 15 per are tanaman kanola-nya (total US$ 200.000) kepada Monsanto atau dipidana.
Perseteruan petani kecil versus pemilik modal besar atas penggunaan benih tanaman yang mirip di Kanada (tahun 1998) itu juga terjadi di Indonesia. Tokohnya di Indonesia adalah Djumadi dkk yang merupakan petani kecil di Kediri yang telah merasakan "keganasan" UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Awal Juli 2005, Pengadilan Negeri (PN) Kediri memvonis pidana penjara dan hukuman percobaan terhadap Djumadi dkk (Tempointreaktif. com).
Mulanya, dalam kurun 1994–1998, PT Benih Inti Subur Intani (BISI) berkerja sama dengan Tukirin, Djumadi dkk. Setelah kerja sama berakhir, Tukirin dkk berinisiatif membuat pembibitan dengan bekal pengetahuan yang mereka serap selama menjadi binaan BISI.
Mereka berhasil menemukan bibit jagung varietas baru (yang mirip dengan produksi BISI), lalu menjualnya kepada sesama petani dengan harga Rp 4.000 – Rp 6.000/kg, Sementara bibit jagung BISI berharga Rp 17.000/kg. Karena mutu bibit jagung mereka jauh lebih bagus daripada benih BISI, maka dalam waktu singkat, bibit jagung Tukirin dkk laku keras.

Dalil Kurang Tepat
BISI yang merasa tersaingi, menuntut Tukirin dkk ke PN Kediri dan Nganjuk (sesuai dengan domisili para petani) dengan dalih melanggar UU No 12/1992, karena dasar metode penangkaran bibit jagung tersebut telah dipatenkan BISI. PN Nganjuk menjatuhkan Tukirin dan Suprapto selaku pembuat bibit jagung, hukuman percobaan satu tahun.
Sedangkan PN Kediri menghukum percobaan 3 bulan kepada Slamet dan Kusen. Djumadi selaku penjual bibit dijatuhi hukuman pidana penjara satu bulan. PN Kediri juga melarang Djumadi dkk menanam jagung dan melakukan penangkaran bibit jagung lagi. Ada empat hal yang kurang tepat dalam penanganan kasus tersebut.
Pertama, UU No 12/1992 tidak mengatur atas pelanggaran Hak Paten. UU No 12/1992 di antaranya mengatur sanksi pidana bagi pihak yang melakukan budi daya tanaman tanpa izin dan/atau sertifikasi tanpa izin. Namun pengadilan kurang memperhatikan bahwa budi daya tanaman dan sertifikasi yang diwajibkan memperoleh izin, hanya berlaku bagi pembubidayaan skala tertentu. Tukirin dkk adalah para petani kecil yang mestinya dibina pemerintah sebagaimana diamanatkan UU tersebut.
Kedua, kewenangan mengadili kasus Hak Paten adalah Pengadilan Niaga, seperti diatur Pasal 118 UU Paten. Semestinya Pengadilan Negeri tidak menerima pemeriksaan pelanggaran hak paten sebab di luar kompetensi absolutnya.
Ketiga, semestinya Djumadi selaku penjual bibit jagung yang diduga hasil pelanggaran hak paten hanya bisa dihukum jika pelanggaran hak paten terbukti. Dalam kasus tersebut, hakim justru menghukum Djumadi lebih berat dari pada Tukirin dkk sebagai pelaku yang dianggap menjiplak pembudidayaan bibit jagung.
Keempat, putusan PN Kediri yang melarang Tukirin dkk melakukan pembudidayaan bibit jagung harus diartikan sepanjang menggunakan metoda (hak paten) milik BISI. Sepanjang tidak melanggarnya, kemampuan Tukirin dkk membudidayakan bibit harus didorong.
Pemerintah mesti memberikan fasilitas dan pembinaan guna menggairahkan kreatifitas mereka dan terselamatkan dari ancaman pidana. Petani kecil harus diarahkan menjadi mandiri, tidak tergantung suplai benih dari pemilik modal.

Perbedaan dengan Kanada
Di Kanada, Percy memang kalah di pengadilan Federal. Namun, kasusnya menjadi perhatian dunia. Percy mendapat dukungan luas dari kelompok petani dan NGO dan mengajukan banding. MA Kanada pada Mei 2004 memutuskan bahwa meskipun Percy melakukan pelanggaran hak paten Monsanto atas Kanola RR, tetapi Percy tidak harus membayar denda. Alasannya, Percy tidak mendapatkan keuntungan berlebihan dengan adanya Kanola paten Monsanto tersebut di ladangnya.
Jelas, MA Kanada memandang hak paten tidak hanya dari perspektif hukum tertulis. Namun, lebih luas dari itu, yaitu faktor keuntungan berlebihan yang menjadi kunci pembayaran ganti rugi. Ini berbeda dengan putusan PN Nganjuk dan PN Kediri. Meski masalah pemeriksaan pelanggaran hak paten di luar wewenangnya, semestinya hakim lebih memahami filosofis dari hak paten.
Para petani kecil yang kreatif semestinya diberikan pengertian bahwa kreatifitas mereka dalam membudidayakan bibit jagung (tanpa melanggar hak paten) merupakan modal utama untuk mandiri. Bahasa hukum yang digunakan terhadap petani miskin harus dibedakan dengan kaum berpendidikan.
Melarang atau menakut-nakuti mereka akan mematikan keberanian Tukirin dkk melakukan percobaan budi daya bibit lainnya meski tanpa melanggar hukum.
Pemerintah selaku pembina petani kecil, sepantasnya melakukan perhatian yang tinggi terhadap kemajuan kreatifitas para petani kecil. Petani kecil butuh penyuluhan hukum dan pengetahuan tambahan rekayasa genetik agar dapat menuangkan ide kreatifnya lebih baik dan benar.
Jangan hukum petani kecil yang kreatif karena ketidaktahuannya akan hak paten. Pemerintah bertanggung jawab membimbingnya.

Penulis adalah advokat, anggota AKHI
http://www.sinarhar apan.co.id/ berita/0510/ 24/opi02. html
http://sulistionoke rtawacana. blogspot. com/
Komentar :
Bagaimana potensi para petani dapat dikembangkan tanpa harus dianggap melanggar HAKI?
Barangkali ada jalan keluar yang dapat member milis tawarkan [paling tidak diwacanakan di milis ini,
syukur2 bisa naik ke level pembuat kebijakan dan pemegang amanah keadilan bagi seluruh rakyat].
Oh, ya … Pak Rus kan salah satu pakar HAKI, silahkan ditunggu pencerahannya, Pak?

Salam.
AF.

On Thu, Jun 19, 2008 at 9:59 PM, <bk370ra@yahoo. com> wrote:

Bibit tanaman dan varietas tanaman tmsk haki, ada uu ttg varietas tanaman

________________________________

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 270.4.1/1513 – Release Date: 6/22/2008 7:52 AM

————————————

———- [ Hukum-Online-subscribe@yahoogroups.com ] ———>
SARANA MENCARI SOLUSI KEADILAN HUKUM DI INDONESIA
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.

Notes :
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun masyarakat Indonesia yang Sadar akan Hukum serta membantu program Corporate Social Responsibility (CSR), maka Milis Hukum Online mencari pembicara yang memiliki kompetensi di bidang Hukum. Tujuannya adalah mencerdaskan & membuat bangsa Indonesia sadar akan Hukum melalui kegiatan/aktivitas yang terjangkau masyarakat.

Apabila anda berminat, kirimkan CV anda ke : hukum.online@yahoo.co.id disertai dengan spesialisasi keahlian anda.
Kami tunggu kabar baik dari rekan-rekan.

Salam
Hukum Online

==================================================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
Gunakan Untuk Kepentingan Anda
==================================================
Health & Spiritual
http://healthconsultancy.blogspot.com/
http://light-energy.blogspot.com/
http://spiritualisindonesia.blogspot.com/
http://healingmedication.blogspot.com/
==================================================
Hobby & Fun
http://dragonfish-arowana.blogspot.com/
http://goldfish-world.blogspot.com/
http://cat-owner.blogspot.com/
http://homeperfumes.blogspot.com/
==================================================
Compensation & Benefit
http://compensationbenefithandbook.blogspot.com/
http://salarysurvey-indonesia.blogspot.com/
Informatif & Bermanfaat bagi HRD
==================================================
Pasang iklan bisnis anda di :
http://www.SentraBisnis.com/
Pusat Iklan baris & Bisnis Populer Indonesia
GRATIS !! GRATIS !! Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/Hukum-Online/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/Hukum-Online/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:Hukum-Online-digest@yahoogroups.com
mailto:Hukum-Online-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
Hukum-Online-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Written by brammantya kurniawan

June 24, 2008 at 10:04 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: