BeritaHR

Media Belajar Human Resources

[Hukum-Online] Karena Narkoba, Rusak Reputasinya

leave a comment »

Karena Narkoba, Rusak Reputasinya

Seorang polisi membuat kejutan di penghujung April lalu. Sayang, bukan menyangkut hal positif, melainkan sebaliknya. Pak Polisi tadi, astaga, kedapatan nyabu di ruang kerjanya. Yang lebih bikin heboh, ia memangku jabatan cukup strategis: kepala kepolisian sektor (polsek). Tepatnya di Polsek Bogor Utara, Jawa Barat.

Tak ayal, masyarakat pun seperti berlomba mencibir. "Ia tak pantas jadi polisi, apalagi memimpin wilayah," kata Dedy, warga Bogor. "Pecat saja, deh," warga lain menimpali. Kecaman juga dilontarkan Henry Yosodiningrat, Ketua Gerakan Nasional Anti-Narkoba (Granat). "Aparat yang terlibat narkoba adalah keparat," ujarnya, geram.

Polisi yang bikin cemar korps baju cokelat itu bernama Endang Rudiannes, berpangkat ajun komisaris polisi (AKP). Endang ditangkap pada dini hari 26 April lalu. Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita 2,5 gram shabu dan alat isapnya (bong dan aluminium foil).

Perwira pertama ini rupanya memang menjadi target operasi Kepolisian Wilayah (Polwil) Bogor. Lihat saja, penangkapannya terbilang dipersiapkan secara matang. Sehari sebelum penangkapan, Polwil Bogor mendapat informasi bahwa Endang mendatangi sebuah diskotek di Jalan Siliwangi, Bogor Timur.

Selesai acara, Sabtu dini hari, Endang pulang ditemani Budi, seorang kontraktor, menggunakan mobil pribadi. Mobil mereka yang diikuti tim dari Polwil Bogor menuju Mapolsek Bogor Utara. Setelah ditunggu beberapa saat, penggerebekan pun dilakukan. Endang menjalani tes urine. Hasilnya positif.

Pihak Kepolisan Daerah (Polda) Jawa Barat bereaksi cepat atas penangkapan ini. "Kami langsung mencopotnya," kata Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Susno Duadji, kepada Gatra. Endang memang masih polisi, tapi statusnya di ujung tanduk. Susno memastikan, kasusnya segera bergulir ke meja hijau.

"Sidang kriminalnya kami dahulukan," kata Susno. Kalau nanti terbukti bersalah dengan hukuman lebih dari tiga bulan penjara, status kepolisiannya akan diputuskan dalam sidang internal. "Bisa saja dia dipecat," Susno menambahkan dengan nada geregetan.

Cerita polisi terjerat narkoba sudah seabrek. Berdasarkan penelusuran Indonesia Police Watch (IPW), tahun 2000 saja, misalnya, tercatat 398 personel polisi terlibat narkoba. Sebanyak 358 adalah pemakai, 27 pengedar, sisanya menjadi beking. Pangkatnya bervariasi: perwira menengah (11 orang) dan perwira pertama (111 orang), selebihnya bintara.

Dari waktu ke waktu, masih saja ada oknum polisi yang tersandung narkoba. Wilayah Polda Jawa Barat agaknya termasuk yang banyak "menyumbang" cerita minor itu, setidaknya dari segi "kualitas berita". Lihat saja, misalnya, dua kejadian menonjol di wilayah Bogor, yang masing-masing melibatkan tersangka kapolsek.

Selain Endang Rudiannes, "kapolsek narkoba" satunya lagi adalah AKP Jumantoro. Ketika tersangkut kasus narkoba, Jumantoro masih menjabat sebagai Kapolsek Cisarua, Bogor. Pak Kapolsek ini ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Mei tahun silam. Di rumahnya di Cisarua, polisi menemukan barang bukti narkoba.

Semula diberitakan terdiri dari 59 gram shabu, 132 gram heroin, dan 1.660 butir ekstasi. Belakangan menjadi 8 gram shabu dan 1.800 butir ekstasi. Memang belum jelas betul apa peran Jumantoro dalam kasus narkoba yang kembali menyengat institusi Polri ini. Sempat berembus dugaan, Jumantoro adalah BD alias bandar.

Tapi, pengakuan Jumantoro kepada penyidik, ia cuma dititipi barang haram itu oleh istri seorang pengedar. Toh, barang titipan atau bukan, kasus ini membuat jajaran kepolisian bak kebakaran jenggot. Sehari setelah penangkapan Jumantoro, Kapolwil Bogor pada waktu itu, Komisaris Besar Sukrawardi Dahlan, mengisyaratkan sanksi berat yang bakal ditimpakan pada Jumantoro.

Sukrawardi mengatakan, kebijakan Kapolri Jenderal Sutanto sudah jelas: siapa pun anggota Polri yang terlibat narkoba dan perjudian dapat dipecat. "Untuk apa mempertahankan satu polisi buruk, karena masih banyak polisi yang baik," ujar Sukrawardi ketika itu dengan nada geram.

Jumantoro diringkus setelah polisi membekuk kawanan pengedar narkoba, sepekan sebelumnya. Mula-mula polisi menangkap Junaidi dan Undang ketika mereka bertransaksi 11 gram shabu di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, 26 April lalu. Dari Undang, yang oknum TNI berpangkat letnan satu, polisi mengantongi nama Budi Hariyanto, yang diduga sebagai bandar.

Besoknya, tim dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mencokok Budi di Lokasari, Jakarta Barat. Adapun dari Junaidi, polisi mendapat keterangan bahwa tersangka ini masih memiliki sejumlah narkoba di rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten. Barang laknat itu disimpan Umdah, istri Junaidi.

Dalam pemeriksaan, Umdah mengaku menyimpan narkoba dimaksud. Dia bilang, obat setan itu dititipkan di rumah Jumantoro. Junaidi dan Jumantoro diketahui cukup akrab. Entah kenapa Jumantoro mau-mau saja menerima titipan benda terlarang itu. Ini yang membuat polisi curiga.

Sejak memperoleh informasi dari Umdah tadi, polisi mengintai Jumantoro dan akhirnya membekuk dia di rumahnya, tak jauh dari polsek. Ayah empat anak ini tak berkutik karena barang titipan senilai Rp 400 juta itu ditemukan di rumahnya.

Menurut Direktur Narkoba Polda Metro, Komisaris Besar Arman Depari, tes urine terhadap Jumantoro memang negatif unsur narkoba. Jumantoro sendiri membantah terlibat dalam jaringan narkoba.

Tapi, karena secara faktual di rumahnya ditemukan narkoba, atlet nasional judo itu pun ditahan. Pada hari kedua pemeriksaan, Jumantoro dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Cisarua. Posisinya digantikan AKP Mantiri John Dwi Arya dari Brimob Polda Jawa Barat.

Pelantikan Mantiri oleh Kepala Kepolisian Resor Bogor pada waktu itu, Ajun Komisaris Besar Irlan, berlangsung dalam suasana prihatin. Irlan mengaku sangat kecewa dan terpukul. "Kasus ini sungguh memprihatinkan. Sebagai pemimpin di wilayahnya, dia (Jumantoro) tidak menunjukkan teladan yang baik. Tindakannya telah mencemarkan kepolisian," kata Irlan dalam pidatonya.

Sebulan sebelumnya, masih di wilayah Jawa Barat, lagi-lagi perwira polisi terseret kasus narkoba. Dialah AKP Inang Mufrizal, oknum anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Polda Jawa Barat. Inang ikut digaruk pada saat polisi gabungan menggerebek sebuah kamar di Hotel Tiga Intan di Bandung, yang tengah jadi ajang nyabu.

Dari kamar itu, polisi terlebih dulu meringkus empat tersangka warga sipil. Pada waktu penggerebekan itu, sebetulnya Inang sedang tidak berada di dalam kamar. Ia justru berada di luar kamar. Inang sebelumnya memang berada di kamar itu, tapi sempat keluar mencari seorang teman, lalu balik lagi.

Nah, mungkin lantaran merasa sebagai anggota polisi, Inang cuek saja bermaksud mengambil tasnya yang ketinggalan di kamar hotel. Polisi jadi curiga. Alhasil, Inang pun ikut digelandang ke kantor polisi. Memang dalam tas tadi tidak ada benda mencurigakan. Tapi tes urine menunjukkan, Inang positif mengonsumsi shabu.

Dari tersangka bernama Nunung, polisi menyita tiga paket shabu dengan berat 103,7 gram. Nilainya sekitar Rp 100 juta. Atas dasar tes urine dan temuan barang bukti tadi, Inang pun kena getahnya. Ia ditahan bersama Nunung dan tiga tersangka lainnya. Pak Polisi sederhana ini tak hanya dicurigai memakai, melainkan juga pengedar.

Tapi Inang membantah disebut pengedar. "Saya cuma makai," katanya, seperti diungkapkan sumber Gatra di kepolisian. Menurut Inang, Nununglah pemain sesungguhnya. Nunung adalah mantan perwira di Polda Jawa Barat yang terjerat kasus narkoba pada Juli 2003.

Nunung dihukum penjara dua tahun. Namun, sebelum dieksekusi, Nunung keburu melarikan diri. Status keanggotaan polisinya pun dicopot karena dia dianggap desersi. Pada saat itu, ia berpangkat ajun komisaris. Nunung dipecat secara tidak hormat. Pemecatan terhadap Nunung dikukuhkan dengan keputusan Kapolri, Juli 2006.

Pertemuan Nunung dengan Inang pun menerbitkan tanda tanya. Nunung yang buron ternyata bebas melenggang di wilayah kepolisian Jawa Barat. Kecurigaan polisi sempat berembus: apakah Nunung kaki tangan Inang?

Yang jelas, tertangkapnya Inang dan Nunung ketika itu sempat mencuatkan kecurigaan adanya jaringan narkoba di Polda Jawa Barat. Apalagi, pada kurun Januari-April 2007 saja tercatat tujuh anggota polisi di Jawa Barat ditangkap karena terkait kasus narkoba.

Perwira menengah yang terlibat narkoba ditengarai juga banyak. Merujuk penelusuran IPW, tahun 2000 saja terdapat 11 perwira menengah dimaksud. Namun kasusnya relatif jarang mencuat ke permukaan. Salah satu kasus yang sempat terpublikasi luas adalah yang menyangkut Komisaris Polisi Puja Laksana.

Banyak yang menyayangkannya tergelincir ke jalur narkoba. Maklum, ia lulusan Akademi Kepolisian (tahun 1989). Ketika ditangkap pada 2004, umurnya baru 38 tahun. Kariernya masih terbuka luas. Apalagi, pada waktu itu ia sudah memegang jabatan cukup bergengsi: penyidik pada Direktorat Tindak Pidana Korupsi dan White Collar Crime Mabes Polri.

Sayang, ia nekat mengambil risiko terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba. Dan apes menerkamnya. Ia tertangkap basah membawa 900 butir ekstasi jenis Zorro merah di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Apa peran Puja? Ah, cuma kurir. Agak malu-maluin sebetulnya. Bosnya, kakak beradik Lina dan Tina, ikut dicokok.

Sebetulnya cukup banyak pula aparat penegak hukum lain, juga kalangan birokrat dan politisi, yang terjerat narkoba. Entah kenapa, yang paling banyak mendapat sorotan adalah kasus-kasus polisi yang terkait narkoba.

Yang pasti, Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, sangat menyesalkan fenomena oknum polisi yang main-main narkoba. "Ini sudah keterlaluan. Aparat yang mestinya melindungi bangsa ini dari narkoba kok malah terjerumus menjadi pecandu dan pengedar (narkoba)," kata Neta, geregetan.

Ia menilai, salah satu penyebabnya adalah sikap pimpinan polisi yang kurang tegas dan kurang transparan dalam menindak anggotanya yang terlibat narkoba. "Akibatnya, sulit mengharapkan adanya efek jera, baik terhadap polisi yang tertangkap maupun polisi yang mau coba-coba main narkoba," kata Neta lagi.

Toh, Neta cukup yakin, Kapolri Jenderal Sutanto masih bisa diharapkan menekan penyalahgunaan narkoba, termasuk yang melibatkan oknum polisi. Mudah-mudahan saja, ke depan cerita anggota polisi tersangkut narkoba dapat berkurang. Janganlah reputasi polisi sebelanga terus-terusan dirusak narkoba setitik.

Taufik Alwie, Anthony, dan Deni Muliya Barus
[Penyalahgunaan Narkoba, Gatra Edisi Khusus Beredar Kamis, 19 Juni 2008]

 
sumber : gatra


**********************************

__._,_.___

———- [ Hukum-Online-subscribe@yahoogroups.com ] ———>
       SARANA MENCARI SOLUSI KEADILAN HUKUM DI INDONESIA
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama. Isi diluar tanggung jawab Moderator.

Notes :
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun masyarakat Indonesia yang Sadar akan Hukum serta membantu program Corporate Social Responsibility (CSR), maka Milis Hukum Online mencari pembicara yang memiliki kompetensi di bidang Hukum. Tujuannya adalah mencerdaskan & membuat bangsa Indonesia sadar akan Hukum melalui kegiatan/aktivitas yang terjangkau masyarakat.

Apabila anda berminat, kirimkan CV anda ke : hukum.online@yahoo.co.id disertai dengan spesialisasi keahlian anda.
Kami tunggu kabar baik dari rekan-rekan.

Salam
Hukum Online

==================================================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
Gunakan Untuk Kepentingan Anda
==================================================
Health & Spiritual
http://healthconsultancy.blogspot.com/
http://light-energy.blogspot.com/
http://spiritualisindonesia.blogspot.com/
http://healingmedication.blogspot.com/
==================================================
Hobby & Fun
http://dragonfish-arowana.blogspot.com/
http://goldfish-world.blogspot.com/
http://cat-owner.blogspot.com/
http://homeperfumes.blogspot.com/
==================================================
Compensation & Benefit
http://compensationbenefithandbook.blogspot.com/
http://salarysurvey-indonesia.blogspot.com/
Informatif & Bermanfaat bagi HRD
==================================================
Pasang iklan bisnis anda di :
http://www.SentraBisnis.com/
Pusat Iklan baris & Bisnis Populer Indonesia
GRATIS !! GRATIS !!

MARKETPLACE

Special offer for Yahoo! Groups from Blockbuster! Get a free 1-month trial with no late fees or due dates.

Recent Activity

Visit Your Group

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

10 Day Club

on Yahoo! Groups

Share the benefits

of a high fiber diet.

Change your life

with Yahoo! Groups

balance nutrition,

activity & well-being.

.


__,_._,___

Written by brammantya kurniawan

June 24, 2008 at 1:29 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: