BeritaHR

Media Belajar Human Resources

Re: [Diskusi HRD Forum] Mohon Bantuannya

leave a comment »

Dear Ibu Wiel,

 

Tugas dan tanggung jawab seorang sopir di perusahaan memang “mainly” adalah;

1. “menyupiri” usernya.

2. “membersihkan” mobilnya, termasuk perawatan sehari-hari & membawa ke bengkel utk service (sambil ditungguin).

3. “menunggu/standby” saat user sedang berada di suatu tempat (baik kantor, lokasi lain, etc)

4. “mencatat/merecord” hal-hal administrative yg berhubungan dgn mobil (bon bensin, tol, parkir, service, jarak tempuh, etc), termasuk melaporkannya pada bagian yg di tunjuk utk proses penggantian (baca; reimburse).

5. “hal-hal lain” yg diperintahkan atasannya / usernya.

 

TANPA membahas komponen upahnya (yg “sepintas” terlihat berpotensi (maaf) masalah); mari kita fokus dulu pada pertanyaan Ibu tentang kegiatan kerja nya dan besarnya total upah yg diterima (baca; Take Home Pay – THP) setiap bulan.

Beberapa “kegiatan” (nunggu, duduk2, nganter istri bos) yg sebagian orang melihatnya sebagai kegiatan “sia-sia” (tidak berguna), ternyata tidak bisa dipungkiri adalah bagian dari KEGIATAN KERJA si sopir.

Sekedar ilustrasi; mari kita bayangkan bersama bila suatu hari setelah si sopir mengantar boss (misal kantor boss di Cikarang) ke gedung istana negara (keren kan?) untuk rapat selama 3 jam dgn menggunakan mobil dinas si boss yg BMW seri-5 terbaru; kemudian dengan “dalih” supaya lebih bisa BERGUNA daripada sekedar nunggu 3 jam di bawah pohon sambil makan mie ayam & merokok & ngerumpi dgn sopir-sopir perusahaan lain, maka si sopir tersebut diperintahkan sekalian saja mengantar beberapa produk perusahaan (sebut saja produk perusahaan adalah TV 21 inch) ke customer yg kebetulan lokasinya hanya 200 meter dari istana negara. Apakah hal ini memungkinkan dalam praktek? Ataukah waktu tunggu 3 jam tersebut dapat dianggap sebagai waktu tidak bekerja? tentu tidak mungkin, bukan? Adanya waktu tunggu yg muncul pada pekerjaan sopir adalah bagian dari pekerjaan itu sendiri, sehingga tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Sama seperti kita (saya) yg ada di belakang meja setelah selesai mengerjakan sebuah report, lalu pergi ke pantry utk ngopi “sebentar”. Bukankah ini juga “waktu tunggu” ke sebuah pekerjaan penyelesaian report selanjutnya? Atau kita (saya) “lari” sebentar ke ATM/bank di lantai dasar atau gedung sebelah (mana?) untuk bayar tagihan listrik yang kelupaan? Atau (maaf) kita (saya) yang ingin “sedikit” refreshing dengan diskusi by email di forum ini pada jam kerja?

 

Mengenai mengantar istri boss. Sebaiknya dilihat kembali pada komitmen awal (pengadaan sopir tersebut) dengan si boss; apakah pekerjaannya juga termasuk kepentingan pribadi keluarga boss atau murni perusahaan? Apakah sopir tersebut akan menjadi “sopir jabatan” (selama menjabat selama itu pula ada sopir yg dedicated padanya) atau “sopir operasional” (bisa dipergunakan juga utk kebutuhan operasional seperti mengantar produk tadi)?

 

Mengenai THP; bila perhitungannya didapat dari sebuah catatan pekerjaan (yg didalamnya ada “waktu tunggu” tsb) yg SAH, dimana perhitungannya dihitung saat “start” dan diakhiri saat “finish”, berapapun nilai yg keluar itulah HAK HUKUM si sopir. Adalah menjadi tidak fair, bila kita membandingkan THP seseorang dgn level di atasnya, sepanjang proses mendapatkan THP tersebut sah. Di tempat kami; beberapa “waktu tunggu” biasanya dimanfaatkan untuk hal-hal yg bersifat mensupport pengembangan pekerjaan si sopir (mereview data administrasi, membersihkan ulang mobil setiap berhenti parkir, memeriksa kondisi mobil & mencatatnya dalam buku kerjanya). Bahkan untuk beberapa sopir yg berpotensi berkembang, kami mulai melibatkan ybs pada proses data entry administrasi sedeharan di HR. So, “waktu tunggu” tersebut menjadi lebih produktif, bukan?

 

Kesimpulan & saran (seperti skripsi, nih);

“MASALAH” nya tidak terletak pada si sopir, karena sopir hanya menjalankan perintah dari atasan / usernya. ybs biasanya hanya memiliki hak tawar yg sangat kecil untuk menentang perintah apapun. Bila kita melihat ada “masalah” (baca; potential improvement); sepertinya masalah itu terletak pada “DESIGN” pekerjaannya (job des) serta komitmen awal antara perusahaan, HR dan user. So, sebaiknya kita improve “DESIGN” nya, termasuk lingkungan kerjanya sehingga membuat si sopir (mau tidak mau) terarah ke sana.

 

moga manfaat,

DHM

 

—– Original Message —-
From: wiel_cantiek <wiel.epni@gmail.com>
To: Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Sent: Friday, June 20, 2008 2:46:20 PM
Subject: [Diskusi HRD Forum] Mohon Bantuannya

Saudara forum saya mohon bantuan nih, kasus di kantor saya begini

Kami baru merekrut supir untuk 3 orang direksi, pembayaran gajinya
dengan basic 800.000 dan uang transpor dan makan 400.000 perbulan.
dan uang lembur 4500. kerjanya hanya mengantar, nunggu, dan duduk2,
trus jika direksi pergi, supir dipakai istri padahal supir jatuhnya
karyawan kantor.
permasalahannya tyt kerjanya supir itu lebih banyak waktu tidak
effektifnya dan dia selalu pulang malam, kita jadi bingung, apakah dia
kena jam lembur ato tidak.
trus setelah perhitungan akhir gaji nya menjadi lebih besar dari staff
admin di kantor kami yang bekerja selalu 8 jam dengan jam kerja semua
effektif.

ada ga yang pernah ngalamin hal seperti ini? tolong sharing yah?

__._,_.___

Spektakuler Workshop !!
"How To Be Personnel Professional"
28 Juni 2008, Aston Atrium Hotel, Jakarta
http://www.HRD-Forum.com
HOTLINE : 08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Dapatkan Agenda Training Thn 2008 hanya di :
http://www.HRD-Forum.com
http://www.agenda.HRD-Forum.com
——————————–
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Komunitas HRD Terbesar di Indonesia
YM : hrdforum
———————————–
Penting buat Praktisi HRD !!
http://hr-expert.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
http://kpi-owner.blogspot.com/
http://compensations.blogspot.com/
http://recruitmentskill.blogspot.com/
———————————–
Service Kami meliputi ; Training/Seminar/Workshop baik InHouse maupun Public, Konsultasi, Recruitment & Selection khusus untuk posisi HRD, Assessment, Outdoor Activity Programs, Dll yang masih berhubungan dengan bidang tugas HRD.
————————————
Jika Anda belum bergabung kirimkan email ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com
———————
Dicari Freelance Trainer !
Anda mempunyai keahlian & pengalaman mengajar di bidang HR ?
Kirim CV anda ke ; HRD.Forum@gmail.com
Subject : Freelance Trainer
———————
http://hrd-forum.blogspot.com/
———————
bagi yang ingin Contoh-contoh KPI
http://kpi-owner.blogspot.com/
———————
http://free-toefl-test.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/

Recent Activity

Visit Your Group

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide – free!

Everyday Wellness

on Yahoo! Groups

Find groups that will

help you stay fit.

Real Food Group

Share recipes,

restaurant ratings

and favorite meals.

.


__,_._,___

Written by brammantya kurniawan

June 22, 2008 at 4:43 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: