BeritaHR

Media Belajar Human Resources

Re: [Diskusi HRD Forum] Cuti minus and unpaid leaves

leave a comment »

Peraturannya di UU No. 13/2003, perusahaan wajib memberikan cuti tahunan yang jumlahnya 12 hari kerja. Peraturan perusahaan bisa mengatur  cuti baru boleh diambil setelah karyawan bekerja 1 tahun .  Jika pun sudah diatur demikian, perusahaan masih boleh juga memberikan kebijakan bahwa karyawan yang meminta ijin (dengan alasan yang bisa diterima) boleh mengambil cutinya lebih dulu (istilahnya in advance), maka silakan aja semuanya kan bisa diatur oleh perusahaan. Yang namanya cuti minus, yaitu pengambilan cuti in advance, ketika dia sudah benar satu tahun dan hak cutinya sudah bisa diambil maka cuti itu dikurangi dengan yang sudah diambil in advance (lebih dulu).
 
Masalahnya ada kekuatiran karyawan berhenti sebelum satu tahun, bisa diatur bahwa pengambilan cuti tidak boleh melebihi haknya. Aturannya setiap bulan bekerja,karyawan berhak dapat cuti 1 hari kerja,maka kalau dia sudah bekerja 4 bulan haknya adalah 4 hari kerja. Jadi jangan berikan lebih dari 4 hari cuti.  Semoga membantu Anda yang lagi kuatir.
 
Salam,
Kiki S. Junus.
    
—– Original Message —–
From: Agung HRD
Sent: Saturday, June 21, 2008 7:30 AM
Subject: [Diskusi HRD Forum] Cuti minus and unpaid leaves
Dear colleagues,
 
Di perusahaan tempat saya bekerja (yang baru beroperasi 8 bulan) dan tentunya karyawan pun belum ada yang punya masa kerja setahun. Tapi ada yang minta ijin untuk keperluan keluarga dan minta dipotongkan ke hak cutinya yang akan datang.
 
Pertanyaan saya :
1. Kalau perusahaan memberikan kebijakan untuk ijin tersebut apakah bisa dianggap cuti minus atau diberi unpaid leaves?
2. Ada kekhawatiran juga kalau diberi cuti minus, nanti seblum hak cutinya datang yg bersangkutan “kabur”  Kalau ini terjadi bgm ?
3. Apakah secara aturan ada yang namanya cuti minus dan unpaid leaves? kalau ada bgmn aturan sebenarnya?
 
Mohon pencerahan karena saya walau sudah beberapa tahun di dunia HRD baru di perusahaan ini ada permintaan spt ini.
 
thanks and best regards,
Mulyawati
 
—– Original Message —–
From: edison
Sent: Friday, June 20, 2008 10:16 AM
Subject: RE: [Diskusi HRD Forum] Sanksi Laptop Hilang

Dear pak Billy,

Yang bapak tampilkan cerita baru lagi, yakni kalau terpaksa jika taruhannya nyawa. Sementara kasus awalnya  adalah Manager pak Lukman kehilangan laptop,  bukan dirampok atau terpaksa diberikan kepada orang lain karena ancaman nyawanya. Gitu lho pak.

Kalau kasusnya ancaman terhadap nyawa seseorang ya pasti kita pilih selamatkan nyawa dulu dari pada barang atau harta perusahaan maupun pribadi. Siapapun orangnya.

Demikian saja, agar tidak ngambang masaalahnya.

Wassalam

Eds



From: Diskusi-HRD@yahoogroups.com [mailto:Diskusi-HRD@yahoogroups.com] On Behalf Of Emmanuel Billy
Sent: Thursday, June 19, 2008 5:03 PM
To: Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Subject: Re: [Diskusi HRD Forum] Sanksi Laptop Hilang

Utk pak Lukmanul Hakim and rekan2 HRForum,

Saya setuju dengan pendapat teman2 semua bhw ybs harus mengganti kerugian perusahaan akibat adanya KELALAIAN ATAU KECEROBOHAN.

Tetapi ada poin lain juga yang mungkin bisa menjadi pertimbangan bahwa jangan sampai ada kesan SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA. Masalahnya harus dilihat dari dua sisi: sisi perusahaan yang mengalami kerugian dan sisi karyawan yang menjadi korban. Jika pada saat kejadian kondisinya memang si karyawan HARUS ATAU MAU TIDAK MAU menyerahkan barang karena taruhannya nyawa ybs, apa pilihan kita? Menyelamatkan diri atau menyelamatkan barang/uang perusahaan yang nilainya 6 – 10 jt tsb? Siapapun akan menyerahkan laptop tsb. Jadi menurut saya, jika ybs sudah melaporkan ke polisi maka sebaiknya perusahaan coba berkoordinasi dengan polisi melalui karyawan tsb utk melihat scr jelas apa yang terjadi. Dari laporan ybs ataupun dari olah TKP yang dilakukan polisi bisa diketahui bhw ini adlh KELALAIAN ybs atau karena memang karyawan kita berada pada kondisi terdesak. Rekan2 pasti tau bahwa kejahatan di Jakarta ini sudah tidak pandang bulu, sadis dan mereka tidak segan2 membunuh jika ada yg menghalangi.

Jika benar bhw karyawan kita TERPAKSA hrs menyerahkan laptopnya untuk menyelamatkan nyawanya, saya pikir tidak ada salahnya jika perusahaan memikirkan win2 solution yg manusiawi dan tidak membuat karyawan menjadi korban kedua dari perusahaan. Tetapi kalau benar bhw akibat kalalaian, saya setuju agar perusahaan jangan segan2 bertindak. Misalkan: mobil diparkir tetapi laptop gak dibawa, Laptop lupa di warung, dll atau kesalahan2 lainnya yng bisa dikategorikan sbg kelalaian.

Semoga bermanfaat.

—– Original Message —-
From: Gabe S. Trisunjata <y6g2002@yahoo.com>
To: Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Sent: Thursday, June 19, 2008 8:04:45 AM
Subject: Re: [Diskusi HRD Forum] Sanksi Laptop Hilang

Rekan DHF’s,

Saya sependapat dengan Pak Djoko.

Karyawan berkewajiban mengganti alat itu.

Tentu saja perlu diperhatikan umur pakai laptop tersebut sehingga nilainya tidak seperti yang baru. Bicarakan dengan akunting nillai bukunya.

Rujukan potongan terhadap gaji pada PP No. 8/1981 tentang Perlindungan Upah.

Regards/Salam,
Gabriel S Trisunjata

— On Wed, 6/18/08, FX Djoko Soedibjo <fxdjoko@gmail. com> wrote:

From: FX Djoko Soedibjo <fxdjoko@gmail. com>
Subject: [Diskusi HRD Forum] Sanksi Laptop Hilang
To: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, June 18, 2008, 2:51 PM

Pak Lukmanul Hakim yth.,

Sebaiknya sanksi untuk kehilangan laptop milik perusahaan dicantumkan dalam PP/PKB.  Sudah mulai menjadi kebiasaan bahwa level manajer diberi laptop untuk memperlancar tugas-tugas kantornya.  Tapi kalau hilang karena lalai, ya harus ada sanksinya, yaitu mengganti dengan uang seharga laptop yang hilang (sesuai nilai buku).  Harap diingat, yang hilang bukan hanya laptopnya, tetapi juga seluruh data yang ada di dalamnya yang mungkin bersifat rahasia bagi perusahaan.  Jadi kerugian perusahaan lebih dari itu.
Berapa besar cicilannya kalau boleh dicicil?  Bisa mengacu ke PP 8/1981 tentang Perlindungan Upah.  Yaitu maksimum 50% gaji. 

Salam kenal,
FX Djoko Soedibjo
Praktisi Ketenagakerjaan/

Pada 18 Juni 2008 13:47, Widodo Bprasetyo <widodo_bprasetyo@ yahoo.co. id> menulis:

Dear Lukman,

Ditempat saya pernah ada kejadian mirip, tapi rumah nya yang dibobol.

Peraturan nya sudah dibuat dalam PKB perusahaan kami isi nya :

– Tidak memelihara peralatan kerja dengan baik ,sehingga menyebabkan rusak atau hilang….SP1

– Lalai menjaga dokumen penting dan rahasia perusahaan sehingga menyebabkan kehilangan.. ..SP2

Tetapi sangsi bisa di eliminir bila Karyawan bisa menunjukan surat laporan kepolisian yang

membuktikan karyawan tidak lalai. Tetapi menjadi musibah.

Sangsi lain nya karyawan harus mengganti asset perusahaan dengan barang sejenis atau nilai yang

disepakati ( bisa dilakukan cicilan dengan potong gaji).

Semoga bisa menjadi pertimbangan

Salam

Prasetyo

—– Pesan Asli —-
Dari: Lukmanul Hakim <lukmanul.hakim@ highpointoffice. com>
Kepada: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Terkirim: Rabu, 18 Juni, 2008 11:09:12
Topik: [Diskusi HRD Forum] Sanksi Laptop Hilang

Dear rekans,

Belum lama ini, ada manager yang kehilangan laptop (dalam mobil yg kebobolan maling sewaktu pulang kerja). Laptop tsb adalah inventaris kantor.

Selama ini belum ada peraturan/sanksi ttg hal tsb. Boss menginstrusikan utk membuat aturannya.

Pertanyaan saya:

  1. Adakah rekans yg memiliki aturan/sanksi ttg hal tsb?
  2. Realistis-kah bila si manager dibebankan 80% dari nilai buku (keinginan si Boss)

Demikian, mohon saran.

Thanks.

Lukman



Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.

__________ NOD32 3200 (20080619) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com



No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.1/1511 – Release Date: 6/20/2008 11:52 AM

__._,_.___

Spektakuler Workshop !!
"How To Be Personnel Professional"
28 Juni 2008, Aston Atrium Hotel, Jakarta
http://www.HRD-Forum.com
HOTLINE : 08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Dapatkan Agenda Training Thn 2008 hanya di :
http://www.HRD-Forum.com
http://www.agenda.HRD-Forum.com
——————————–
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Komunitas HRD Terbesar di Indonesia
YM : hrdforum
———————————–
Penting buat Praktisi HRD !!
http://hr-expert.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
http://kpi-owner.blogspot.com/
http://compensations.blogspot.com/
http://recruitmentskill.blogspot.com/
———————————–
Service Kami meliputi ; Training/Seminar/Workshop baik InHouse maupun Public, Konsultasi, Recruitment & Selection khusus untuk posisi HRD, Assessment, Outdoor Activity Programs, Dll yang masih berhubungan dengan bidang tugas HRD.
————————————
Jika Anda belum bergabung kirimkan email ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com
———————
Dicari Freelance Trainer !
Anda mempunyai keahlian & pengalaman mengajar di bidang HR ?
Kirim CV anda ke ; HRD.Forum@gmail.com
Subject : Freelance Trainer
———————
http://hrd-forum.blogspot.com/
———————
bagi yang ingin Contoh-contoh KPI
http://kpi-owner.blogspot.com/
———————
http://free-toefl-test.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/

Recent Activity

Visit Your Group

Discover Tips

on healthy living

and healthy eating

on Yahoo! Groups.

10 Day Club

on Yahoo! Groups

Share the benefits

of a high fiber diet.

Check out the

Y! Groups blog

Stay up to speed

on all things Groups!

.


__,_._,___

Written by brammantya kurniawan

June 21, 2008 at 1:35 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: