BeritaHR

Media Belajar Human Resources

[Diskusi HRD Forum] Re: Bls: Bgmn membatalkan kesepakatan bersama utk pemotongan gaji..?

leave a comment »

Dear all….
Specially Mas Riyan dan semuanya….

Thanks atas tanggapannya, sebelum saya dan teman2 di sini maju
berunding dgn HRD kami, mau nambah pertanyaan lagi nih…

1. Kalau merujuk ke UU Tenaga Kerja No. 13 sebagai acuan utama, hal
ini di atur pada bab dan pasal mana ya?

2. Apakah petisi bersama yang dalam bentuk 1 (satu) surat pernyataan
bersama disertai daftar tanda tangan yang menyetujuinya lalu
diperkuat memo internal dapat disebut sebagai surat kuasa tidak?,
atau yg dimaksud surat kuasa sesuai PP no. 8/1981 Pasal 22 harus
merupakan kumpulan surat kuasa yg dibuat sebanyak jumlah pagawai yg
menyetujui dan menandatanganinya?

3. Pembatalan harus berbentuk kesepakatan bersama lagi atau, cukup
kumpulan surat pernyataan dari setiap orang pegawai?

4. Saldo dana pungutan 1% ini yang masih ada dan belum dipergunakan,
apakah secara otomatis menjadi hak seluruh karyawan yg dapat saja
dibagikan kembali, digunakan untuk kegiatan bersama karyawan,
ataukah disumbangkan sesuai kesepakatan bersama karyawan, ataukah
akan menjadi hak perusahaan/lembaga melalui HRD?

5. Bagaimana jika HRD & bagian keuangan mengklaim saldo dana
tersebut justru negatif tanpa karyawan tahu ke mana saja alokasi
dana tersebut selama ini?.
Kejadian ini pernah terjadi di bulan desember 2007, saat itu ada
farewall party untuk staf yg di PHK dalam jumlah cukup besar, dan
saat ditanya habis dana berapa saat awal tahun 2008, dinyatakan oleh
HRD & Finance acara farewall party akhir tahun 2007 menghabiskan
dana melebihi saldo dana urunan tersebut, sehingga dalam 5 bulan
terakhir (januari 2008 – mei 2008) hasil pemotongan gaji karyawan yg
masih bekerja, sebesar 1% perbulan yg terkumpul dipakai untuk me-
recovery saldo negatif tersebut menjadi saldo balance, dan
berdasarkan konfirmasi terakhir awal bulan juni ini ke bagian HRD &
Finance, saldo dana urunan tsb akhirnya menjadi positif dgn jumlah
saldo terakhir yg hanya beberapa juta rupiah saja.

Sekian pertanyaan tambahan saya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan
terima kasih kepada mas Riyan dan rekan2 di sini yg mau memberi
saran dan masukan kepada kami.

Wassalam
Kang Deni
Banda Aceh

———————
In Diskusi-HRD@yahoogroups.com, Riyan Permadi <riyanpermadi@…>
wrote:

Kang Deni,
Kalau saya mah malah lebih suka sistem urunan/patungan karena
sifat ‘sukarela’ nya lebih terasa. Memang hasilnya tidak akan sama
atara satu dengan yang lainnya, tapi namanya juga sumbangan sukarela
(suka & rela). Kalau potongan seakan2 memaksa.

Transparansi dari penerimaan mungkin akan sangat sulit karena HRD
punya etika untuk merahasiakan data gaji.

Setiap potongan gaji itu harus ada surat kuasa seperti tercantum
dalam PP no 8/1981 Pasal 22:
(1). Pemotongan upah oleh pengusaha untuk pihak ketiga hanya dapat
dilakukan bilamana ada surat kuasa dari buruh.
(2). Dikecualikan dari ketentuan ayat (1) adalah semua kewajiban
pembayaran oleh buruh terhadap Negara atau iuran sebagai peserta
pada satu dana yang menyelenggarakan jaminan sosial yang ditetapkan
dengan peraturan perundang-undangan.
(3). Setiap surat kuasa sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat
ditarik kembali pada setiap saat.
(4). Setiap ketentuan yang bertentangan dengan pasal ini adalah
batal menurut hukum.

Seperti tertulis dalam ayat 3, surat kuasa bisa ditarik kembali
setiap saat. Dan karena anda tidak membuat surat kuasa maka
perusahaan tidak punya hak memotong yang 1% tersebut.

Mangga atuh di komunikasikan dengan cantik supaya tidak ada yg
tersinggung. Mungkin peraturan ini terlewat oleh HRD bapak, HRD juga
manusia kan kangšŸ™‚

salam
Riyan

—– Pesan Asli —-
Dari: Deni Danasenjaya <denids1@…>
Kepada: Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Terkirim: Kamis, 19 Juni, 2008 12:26:03
Topik: [Diskusi HRD Forum] Bgmn membatalkan kesepakatan bersama utk
pemotongan gaji..?.

Dear all…

Di salahsatu kantor cabang kami, beberapa tahun yang lalu terjadi
sebuah kesepakatan bersama untuk melakukan pungutan sukarela 1% yang
dipotong dari gaji bulanan seluruh karyawan, potongan ini
dialokasikan sebagai dana2 sosial bersama untuk;
1. menyantuni pegawai yang terkena musibah di keluarganya
2. Hadiah untuk pegawai yang menikah, melahirkan dan ulang tahun
3. perpisahan bagi staf yang resign atau tidak diperpanjang masa
kerjanya

Alasannya, karena saat itu staf2 expatriate kurang sreg dengan
tradisi saweran mengumpulkan sumbangan dengan amplop yg diedarkan ke
seluruh bagian saat ada staf yg menikah, melahirkan, atau terkena
musibah, jadi mereka bilang (katanya), daripada pake amplop
diedarkan, dipotong langsung aja dari gaji dan dikelola oleh HRD.

Dana ini dikelola oleh HRD dan bagian keuangan, tetapi selama masa
pemungutannya 2 tahun terakhir, tidak pernah ada transparansi dari
pihak HRD dan keuangan, uang tersebut sudah terkumpul berapa,
saldonya berapa, dan dipakai untuk apa saja. Yang pasti sih secara
otomatis gaji karyawan akan di potong sebesar 1% setiap bulan.

Pungutan ini jadi pertanyaan besar saya karena:
1. Tidak ada transparansi dalam hal penerimaan dan pengelolaan
pungutan ini

2. Alokasi dana pungutan ini mulai tidak jelas, perpisahan staf
ahli, expatriate, atau tamu yang pastinya tidak ikut urunan dan
dipotong gajinya 1% tiap bulan, malah terkadang dibiayai dengan dana
pungutan ini (padahal gaji dan honor mereka lebih besar dari staf
lokal).

3. Tidak semua tujuan awal pemungutan dana ini terpenuhi, kecuali
melaksanakan acara farewell party untuk staf yang resign atau tidak
diperpanjang masa kerjanya.

4. Peraturan ini hanya berlaku di satu kantor cabang saja, tidak
berlaku di kantor pusat dan cabang lainnya, bahkan policy-nya
berbeda, di kantor pusat dan kantor cabang lainnya yang menyantuni
staf yang terkena musibah, memberi hadiah, atau acara perpisahan
untuk staf yang habis masa kerjanya, kalo kegiatannya atas nama
kantor ya dibiayai kantor, lalu kalo staf mau urunan sendiri ya
boleh2 saja (dengan mengedarkan amplop sukarela tsb).

5. Saya dan banyak staf baru yang ditempatkan dan direkrut di kantor
cabang ini beberapa bulan yang lalu, saat mutasi ke sini tidak
pernah diminta memberikan tandatangan persetujuan potongan gaji 1 %
ini, dan juga ikutan dipotong dengan alasan kesepakatan tersebut
sudah diperkuat oleh memo internal, jadi berlaku otomatis kepada
staf yang datang belakangan katanya.

6. Pasal pemungutan 1% gaji bulanan ini juga tidak tercantum dalam
kontrak perjanjian kerja saya dan seluruh staf, potongan yang ada dan
dinyatakan dalam kontrak kerja hanya potongan iuran jamsostek dan
THT saja setiap bulannnya.

7. yang paling utama; justifikasi pemungutan ini dilakukan hanya
oleh sebuah memo internal di kantor cabang tersebut yang dilampiri
daftar tanda tangan kesepakatan seluruh staf, yang berdasarkan hasil
investigasi saya, konon sedikit dipaksakan saat pengumpulan
tandatangan itu berlangsung.

Saat saya menanyakan kepada HRD Manager bahwa saya keberatan atas
pungutan ini, di bilang saya harus menerimanya karena sudah menjadi
kesepakatan mayoritas staf, sementara saya hanya 1 suara saja.

Lalu saya tanyakan lagi kalo kami mau membatalkan kesepakatan
bersama itu bagaimana?, dia bilang bisa saja asalkan membuat surat
kesepakatan bersama lagi yang ditandatangani seluruh staf dan saya
harus mengumpulkan tandatangan seluruh staf yang terkena potongan
tersebut. Setelah itu baru memo pembatalan diterbitkan.

Pertanyaan saya:
1. Langkah strategis dan cerdik apa yang harus saya lakukan nih?,
soalnya tahu sendiri di Indonesia ini; orang berani bersuara di
belakang tapi kadang cari aman saat di minta bersikap, hal ini
terkait rencana pengumpulan tanda tangan untuk petisi pembatalan
pungutan tsb, karena saya agak ragu apakah semua staf tersebut berani
bersikap untuk meminta pembatalan kesepakatan tersebut?, apalagi
jika keberanian dan kesediaan mereka bersikap lalu dikaitkan dengan
penilaian prestasi, promosi, dan mutasi oleh HRD.

2. Jika kesepakatan ini tetap sulit dibatalkan, bagi yang menolak,
apakah bisa tidak dilakukan pemotongan?, jadi pemotongan hanya untuk
yang bersedia saja?, jadi berubah menjadi sukarela saja…

3. Apakah pungutan ini menyalahi aturan depnaker tidak?, karena saya
berencana jika susah banget dinegosiasikan dan dibatalkan, saya tak
segan2 untuk melaporkan kasus pungutan dengan kesepakatan yang tidak
jelas ini ke disnaker setempat, tentunya setelah jalan musyawarah
buntu.

Sekian pertanyaannya, sebelum dan sesudahnya terima kasih nih…

Wassalam
Kang Deni
Banda Aceh

__._,_.___

Spektakuler Workshop !!
"How To Be Personnel Professional"
28 Juni 2008, Aston Atrium Hotel, Jakarta
http://www.HRD-Forum.com
HOTLINE : 08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Dapatkan Agenda Training Thn 2008 hanya di :
http://www.HRD-Forum.com
http://www.agenda.HRD-Forum.com
——————————–
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Komunitas HRD Terbesar di Indonesia
YM : hrdforum
———————————–
Penting buat Praktisi HRD !!
http://hr-expert.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
http://kpi-owner.blogspot.com/
http://compensations.blogspot.com/
http://recruitmentskill.blogspot.com/
———————————–
Service Kami meliputi ; Training/Seminar/Workshop baik InHouse maupun Public, Konsultasi, Recruitment & Selection khusus untuk posisi HRD, Assessment, Outdoor Activity Programs, Dll yang masih berhubungan dengan bidang tugas HRD.
————————————
Jika Anda belum bergabung kirimkan email ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com
———————
Dicari Freelance Trainer !
Anda mempunyai keahlian & pengalaman mengajar di bidang HR ?
Kirim CV anda ke ; HRD.Forum@gmail.com
Subject : Freelance Trainer
———————
http://hrd-forum.blogspot.com/
———————
bagi yang ingin Contoh-contoh KPI
http://kpi-owner.blogspot.com/
———————
http://free-toefl-test.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
MARKETPLACE

Yahoo! Groups users, check out this limited time offer from Blockbuster! Rent DVDs free for a month!

Recent Activity

Visit Your Group

New web site?

Drive traffic now.

Get your business

on Yahoo! search.

Dog Zone

on Yahoo! Groups

Join a Group

all about dogs.

Y! Messenger

PC-to-PC calls

Call your friends

worldwide – free!

.


__,_._,___

Written by brammantya kurniawan

June 20, 2008 at 6:07 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: