BeritaHR

Media Belajar Human Resources

Re: [Hukum-Online] RE: Mohon Pencerahan Pengertian dan Aplikasi Pasal 1266 dan 1267 KUHPdt

leave a comment »

yaa …
kita memang harus berbeda pendapat pak … mungkin supaya ada pekerjaan kali yaa … :-)) hehehehehe …
 
 
 
 
—– Original Message —–
Sent: Friday, June 06, 2008 8:03 PM
Subject: RE: [Hukum-Online] RE: Mohon Pencerahan Pengertian dan Aplikasi Pasal 1266 dan 1267 KUHPdt

Holo bung tobing & all, maaf lo kalo saya tidak sependapat,  menurut saya pencantuman klausul mengenai pengabaian pasal 1266 tersebut dalam suatu kontrak adalah bertentangan dengan hukum (baik disetujui/diakui oleh kedua belah pihak maupun tidak) karena dalam pasal 1266 terdapat perintah “harus dimintakan kepada hakim” karena memang dapat mengakibatkan tindakan sewenang wenang, dan hal ini apabila tetap dicantumkan dalam kontrak maka klausul tersebut adalah batal demi hukum karena telah bertentangan dengan Undang-Undang yang mempunyai kaidah “keharusan” dan bukan pilihan atau mengatur saja’ (boleh ya boleh tidak) walaupun yang membatalkan dalam keadaan rugi. memang klausul tentang pengabaian pasal 1266 ini dibuat hanya untuk mencegah penyelesaian masalah yang bertele-tele, akan tetapi pembatalan tersebut adalah haram hukumnya (dilihat dari sudut kaidah “keharusan”). Menurut saya   apabila ada masalah dalam kontrak tidak perlu harus  dibatalkan oleh para pihak karena pembatalan hanya dapat dilakukan di pengadilan, tetapi dapat ditempuh dengan musyawarah (rescheduling, restrukturisasi, dll) dan ADR/arbitrase. coba kita lihat lagi mengenai kata “Batal”, menurut teori hukum (buku karangan Yahya Harahap dan saya lupa judul bukunya) konsekwensi batal adalah segalanya kembali ke awal/asal (null & void) sebelum kontrak tersebut di tanda-tangani. apakah mau yang merasa dirugikan dikembalikan lagi ke asal tanpa harus menuntut ganti rugi? karena tuntutan ganti rugi  harus diminta dengan baik-baik atau lewat pengadilan, dan tidak dengan cara  kekerasan atau perbuatan tidak menyenangkan lainnya menurut kehendak sendiri (mentang-mentang ada klausul pengabaian pasal 1266). adapun mengenai dalam praktek memang banyak yang mencantumkan klausul pengabaian pasal 1266 BW tersebut menurut saya adalah klausul yang berarti: pemaksaan kehendak, tekanan secara melawan hukum, kesewenang-wenangan pihak pemrakarsa kontrak (konspeptor). hal ini akan merugikan dirinya sendiri dikemudian hari, karena kontrak yang dibuat seperti itu dapat dijadikan bahan pembelaan pihak lain berdasarkan alasan “dibawah tekanan”.
Demikian menurut saya, thx.

Leonardus Tobing <leo.tobing@yahoo.co.id> wrote:

Bener bung yandi …
Kalau contoh kasusnya seperti bung yandi kemukan, saya setuju … perdata tidak bisa mengabaikan hukum pidana … (polisi juga gak mau tentunya, karena itu kan lahan dia … hehehehehe … bikinin aja laporan, maka polisi pasti akan menerima laporan tersebut) ….
Namun … ini kalau perjanjiannya diakui, lho!
Tetapi, kalau para pihak sepakat mengenai pengabaian 1266 en 1267 BW, maka perjanjian dinayatakan batal, dan konsekuensi hukumnya adalah barang dimaksud kembali menjadi milik penjual dan dalam rangka melindungi assetnya maka penjual berhak untuk melakukan apa saja terhadap asset-assetnya ….
Dengan pengabaian pasal 1266 en 1267 … majelis memiliki pertimbangan menjadi terbatas. Dengan keterbatasan inilah si drafter mo bermain2 di area … pembatalan perjanjian ini sah atau tidak! Bukan di medan pertempuran mengenai substansi pemberian hak/kewajiban diantara para pihak …
Demikian, boss pendapat ane …


From: Hukum-Online@yahoogroups.com [mailto:Hukum-Online@yahoogroups.com] On Behalf Of yandi hendrawan
Sent: Tuesday, June 03, 2008 8:39 PM
To: Hukum-Online@yahoogroups.com
Subject: RE: [Hukum-Online] RE: Mohon Pencerahan Pengertian dan Aplikasi Pasal 1266 dan 1267 KUHPdt
Dear Mr. Atma Judicio,
Menurut saya yang menjadi masalah dalam pengabaian pasal 1266 tersebut adalah apabila dalam sebuah kontrak ada salah satu klausul yang dengan tegas hendak mengabaikan pasal-pasal yang merupakan “keharusan untuk dilaksanakan” (untuk tidak di abaikan) dalam suatu peraturan perundang-undangan seperti pasal 1266 BW tersebut, maka apakah klausul tersebut dapat dijadikan acuan oleh para pihak? apakah hal ini tidak mengakibatkan kesewenang-wenangan? dan apabila berdasarkan asas kebebasan berkontrak para pihak dapat mengenyampingkan pasal 1266 yang merupakan “keharusan (bukan aturan yang dapat dipilih)” maka berarti atas asas kebebasan berkontrak pula klausul-klausul yang bertentangan dengan hukum dapat dimasukan dalam sebuah kontrak (contoh berdasarkan analogi: dalam sebuah kontrak dapat di kesampingkan pula pasal 38 KUHAPidana tetang “penyitaan yang harus dilakukan oleh penyidik dan mendapat izin dari pengadilan”, maka salah satu pihak dalam kontrak dapat berbuat sewenang wenang dengan membawa preman menyita barang pihak lainnya dalam kontrak tanpa harus diperantarai oleh aparat yang berwajib seperti penyidik polisi, karena dalam klausul telah di setujui untuk mengenyampingkan pasal 38 KUHAPidana). Bukankah sebuah kontrak tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan (pasal 1320 KUHPerdata)?

ATMA JUDICIO <atma.judicio@yahoo.co.id> wrote:

Dear all,
Pertama-tama yg mesti diingat adalah bahwa para pihak telah sepakat untuk tunduk dan taat kepada perikatan … sehingga kita menilainya ada sebuah “good will” untuk para pihak agar senantiasa melakukan dan melaksanakan seluruh kewajibannya yang bertimbal balik untuk mendapatkan hak.
Naahhh … bagaimana bila salah satu pihak ingkar janji (wanprestasi)?
Ingkar janji (Wanprestasi) dapat dinyatakan kalau perjanjian tersebut dinyatakan ada! Kalau tidak ada perjanjian, bagaimana bisa diindikasikan adanya sebuah perbuatan yg ingkar janji?
Sehingga eksistensi sebuah perikatan/perjanjian mesti diakui dulu oleh masing2 pihak.
Itu yg dimaksud dengan pembatalan perjanjian … analogi ini dipahami dulu untuk penguraian persoalan … ketika perjanjian diakui ada dan berlaku serta mengikat para pihak, maka masing-masing pihak dapat masuk dalam negosiasi perbedaan pendapat dengan merujuk kepada substansi perikatan/perjanjian.
Pengabaian pasal 1266 dan 1267 dicantumkan dalam sebuah perjanjian bahwa pembatalan dapat terjadi tanpa melelaui proses litigasi (permohoan penetapan pengadilan), sehingga dengan adanya ingkar janji maka masing-masing pihak dapat membatalkan sepihak … tanpa dipusingkan dengan pengajuan gugatan … apalagi gugatan wanprestasi.
Persoalan yg timbul dengan kewenangan membatalkan sepihak tentunya akan membawa persoalan hukum baru bilamana pihak lainnya masih mengalami kerugian, sehingga kewenangan pembatalan tanpa proses litigasi sesungguhnya masih meninggalkan persoalan hukum baru, dimana pihak yg merasa dirugikan akan mengajukan tuntutan baru untuk tetap menyuatakan bahwa perikatan masih berlaku dan mengikat kepada para pihak serta menyatakan bahwa ada pihak yg melakukan wanprestasi.
Namun, ketika hakim menerima bukti berupa perjanjian-perjanjian yang ada itu, pertimbangan hakim menjadi sangat terbatas dengan memperhatikan syarat-syarat pembatalan perjanjian, kalau tidak ada pencantuman syarat-syaratnya maka hakim leluasa untuk memeriksa dan menimbang perkaranya.
Jadi …
Pengabaian pasal tertentu yang dicantumkan dalam sebuah perikatan bukanlah tidak memiliki “arti”, … pasti ada dong, boss!
—–
ATMA JUDICIO
Jl. Sunter Agung Barat I, Blok A3, No.16
Jakarta 14350
| K. 021-6583 7440


From: Hukum-Online@yahoogroups.com [mailto:Hukum-Online@yahoogroups.com] On Behalf Of yandi hendrawan
Sent: 30 Mei 2008 2:48
To: Hukum-Online@yahoogroups.com
Subject: Re: [Hukum-Online] RE: Mohon Pencerahan Pengertian dan Aplikasi Pasal 1266 dan 1267 KUHPdt
Dear pak Herry Suherman,

Sering dalam suatu perjanjian mencantumkan klausul “mengenyampingkan pasal 1266 & 1267″, hal ini mungkin kehendak dari konseptor pembuat kontrak standar yang maksudnya hendak mengaplikasikan pasal 1338 KUHPerdata (asas kebebasan berkontrak), akan tetapi menurut saya pasal 1338 KUHPerdata ini tidak dapat diterapkan secara sewenga-wenang, artinya bahwa atas dasar pasal 1338 KUHPerdata tentang kebebasan berkontrak Pasal 1226 dan 1267 boleh dikesampingkan begitu saja karena:
1. Pasal 1266 mengatur mengenai pembatalan perjanjian yang harus     
    dimintakan kepada hakim dengan suatu proses peradilan, walaupun dalam   
    perjanjian tersebut dicantumkan klausul mengenai pembatalan perjanjian.
   
    permohonan pembatalan kepada hakim adalah suatu keharusan dan bukanlah
    suatu pilihan, karena dengan digelarnya proses peradilan dihadapan majelis   
    hakim maka kedua belah pihak dapat mengemukakan alasan/dalil mereka
    masing-masing mengenai alasan pembatalan tersebut. hal ini dapat
    mencegah kesewenang-wenangan salah satu pihak dalam membatalkan
    suatu perjanjian dan memberi kesempatan kepada pihak lainnya untuk
    membela dirinya dalam perkara yang mengakibatkan batalnya perjanjian
    tersebut.

2. Pasal 1267 KUHPerdata mengatur mengenai pilihan tuntutan (petittum) artinya
    bahwa terhadap pihak mana yang telah melakukan wanprestasi dapat
    dimintakan kepada majelis hakim untuk :
    – melaksanakan prestasi ataupun kewajiban yang telah ia lalaikan atau 
      telah tidak ia laksanakan;
    – membatalkan perjanjian dengan meminta ganti rugi serta bunga atas
      pelalaian dan atau wanprestasi yang telah  dilakukan.

Demikian semoga bermanfaat.

by :
Yandi Hendrawan, S.H.

Herry Suherman <herry@car.co.id> wrote:

***********************
Your mail has been scanned by InterScan.
PT. AJ Central Asia Raya
***********-***********


From: Herry Suherman
Sent: Wednesday, May 28, 2008 12:45
To: ‘Hukum-Online@yahoogroups.com’
Subject: Mohon Pencerahan Pengertian dan Aplikasi Pasal 1266 dan 1267 KUHPdt
Rekan2,
Seringkali dalam suatu Perjanjian, kita melihat dicantumkan, bahwa para pihak sepakat untuk tidak menerapkan atau mengesampingkan berlakunya pasal 1266 dan 1267 KUHPdt.
Pasal 1266 KUHPdt menyebutkan :
Syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuan2 yang bertimbal balik manakala salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya.
Dalam hal yang demikian persetujuan tidak batal demi hukum, tetapi pembatalan harus dimintakan kepada Hakim.
Permintaan ini juga harus dilakukan meskipun syarat-batal mengenai tidak dipenuhinya kewajiban dinyatakan dalam persetujuan.
Jika syarat batal tidak dinyatakan dalam persetujuan, Hakim adalah leluasa untuk menurut keadaan, atas permintaan si Tergugat, memberikan suatu jangka waktu untuk masih juga memenuhi kewajibannya, jangka waktu mana namun itu tidak boleh dari satu bulan.
Pasal 1267.
Pihak terhadap siapa perikatan tidak dipenuhi, dapat memilih apakah ia, jika hal itu masih dapat dilakukan, akan memaksa pihak yang lain untuk memenuhi persetrujuian, ataukah ia akan menuntut pembatalan persetujuan, disertai penggantian biaya, kerugian dan bunga.
Adakah penafsiran yang baku atau adakah rekan2 yang dapat memberikan penafsiran bagi masing-masing aliena atau pasal tersebut, yang ‘biasa’ digunakan oleh Hakim atau oleh dunia praktek atas pasal2 tersebut ?
Demikian disampaikan, terima kasih atas pencerahannya.
HSh

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

 

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__._,_.___

———- [ Hukum-Online-subscribe@yahoogroups.com ] ———>
       SARANA MENCARI SOLUSI KEADILAN HUKUM DI INDONESIA
Mailing List Hukum Online adalah wadah untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi untuk saling membantu sesama.
1. Bagi Praktisi, Hukum Online : wadah untuk mengasah kemampuan dan bertukar pikiran, ilmu dan pengalaman
2. Bagi yang awam hukum, Hukum Online : wadah untuk berkonsultasi untuk mencari solusi dan memecahkan masalah

Notes :
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun masyarakat Indonesia yang Sadar akan Hukum serta membantu program Corporate Social Responsibility (CSR), maka Milis Hukum Online mencari pembicara yang memiliki kompetensi di bidang Hukum. Tujuannya adalah mencerdaskan & membuat bangsa Indonesia sadar akan Hukum melalui kegiatan/aktivitas yang terjangkau masyarakat.

Apabila anda berminat, kirimkan CV anda ke : hukum.online@yahoo.co.id disertai dengan spesialisasi keahlian anda.
Kami tunggu kabar baik dari rekan-rekan.

Salam
Hukum Online

==================================================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
Gunakan Untuk Kepentingan Anda
==================================================
Health & Spiritual
http://healthconsultancy.blogspot.com/
http://light-energy.blogspot.com/
http://spiritualisindonesia.blogspot.com/
http://healingmedication.blogspot.com/
==================================================
Hobby & Fun
http://dragonfish-arowana.blogspot.com/
http://goldfish-world.blogspot.com/
http://cat-owner.blogspot.com/
http://homeperfumes.blogspot.com/
==================================================
Compensation & Benefit
http://compensationbenefithandbook.blogspot.com/
http://salarysurvey-indonesia.blogspot.com/
Informatif & Bermanfaat bagi HRD
==================================================

MARKETPLACE
Blockbuster is giving away a free trial of Blockbuster Total Access to smart movie lovers like you. <!– var title = ‘TITLE’; try { if (title == unescape(‘%u0054%u0049%u0054%u004C%u0045′) && document.title) title = document.title; var https = false; try {https = document.location.href.indexOf(‘https’)==0}catch(e){} document.write(‘‘); } catch(e){} //–>

Recent Activity

Visit Your Group

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Health Groups

for people over 40

Join people who are

staying in shape.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

.


__,_._,___

About these ads

Written by brammantya kurniawan

June 11, 2008 at 5:31 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: