BeritaHR

Media Belajar Human Resources

[Diskusi HRD Forum] Study case

leave a comment »

Sekedar sharing, Mr. X sudah bersusah payah membantu karyawan mendaptakan rumah sekalipun karyawan tidak selayaknya mendapatkan rumah. Kalau saya dipihak karyawan, saya akan sangat berterimakasih dan menjunjung tinggi kepercayaan yang sudah diberikan. Karena memiliki rumah adalah kebanggaan tersendiri. Pada umumnya, setiap pengembang/Bank memilik prosedur baku terkait hal tersebut. Sepengetahuan saya, setiap data akan dilakukan verifikasi dalam konteks ini bank sangat mumpuni. Kalau kemudian karyawan tidak sanggup membayar, ya itu resiko bisnis perbankan dan hal-hal tersebut menurut hemat saya bank juga sudah memperhitungkan sebelumnya.

 

Paling gampang memang mengkambinghitamkan dan menyalahkan pihak lain, apalgi jika dilakukan bergerombol, seringkali salahpun bisa menjadi benar karena jumlahnya banyak.

 

Memang saya tidak mengetahui secara jelas mekanisme pembayaran cicilan bagi karyawan, sepengetahuan saya, jika pembayaran gaji melalui transfer maka secara otomoatis sebagain gaji tersebut di autodebt ke rekening bank pemberi kredit. Ini hanyalah pendapat saya, belum tentu faktanya demikian.

 

Selisih uang (sekitar 100 jt) sebenarnya tidaklah terlalu sulit ditelusuri, dan rasanya tidaklah bijaksana mengatakan bahwa Mr. X yang bersalah. Saya bukanlah mumpuni dalam hal ini, namun jika berbicara mengenai transaksi, menurut saya bank adalah perusahaan yang bagus didalam mendokumentasikan transaksi atau administrasi. Beberapa teman pernah mengalami hal yang hampir serupa, namun setelah dilakukan pengecekan memang pihak bank pemberi kredit tidak/belum membukukan uang tersebut.

 

Saya samasekali tidak stuju kalau dikatakan kerjasama diam-diam dengan payroll, karena prosedur standar bank tidak mengisyaratkan demikian terkait tatacara pembayaran cicilan rumah, dan harus disadari bahwa itu merupakan tanggungjawab pribadi karyawan dalam menyelesaikan kewajibannya. Ketidakmampuan membayar menjadi tanggungjawab pribadi atas kenikmatan yang dterimanya.

 

Kalau saya sebagai mr. X, akan melalukan upaya hukum utk menghukum 40% karyawan yang telah menerima kenikmatan namun lalai didalam memenuhi kewajibannya, tetap malah menyalahkan pihak lain. Bahkan jika tidak terbukti sama sekali tentang sangkaan penggelapan, maka para pihak yang telah menuduhkannya harus dilakukan upaya hukum, dan bertanggungjawab dengan perkataan tersebu setidak-tidaknya 40% karywan tersebut.

 

Bukan hanya itu saja, tentu saja Mr. X juga harus melaporkan BOD ke PHI, karena melakukan tindakan hukum berdasar sesuatu yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap dan secara jelas undang-undang mengisyaratkan demikian.

 

Saya kurang sependapat dengan rekan ade atau beberapa pendapat sebelumnya, karena tidak memiliki fakta apa2 namun sudah melakukan “penghakiman” tanpa dasar yang dapat dipertanggungwabkan.  Saya yakin sekali BOD sangat paham dalam pembelian rumah melalui kredit bank.

 

.      Karyawan menuntut perusahaan agar selisih uang mereka yang tidak disetorkan ditanggung perusahaan (sekitar Rp100 jt) dan perusahaan tentu keberatan karena hal tersebut dilakukan secara illegal.

Pembayaran upah dilakukan melalui transfer dan biasanya pembayaran cicilan rumah dilakukan autodebt oleh bank pemberi kredit. Jika saja HRD manager patut diduga menguasai sebagaian/atu seluruhnya upah karywan perlu dibuktikan terlebih dahulu dan tidaklah terlalu sulit membuktikannya.

Dalam konteks ini, apakah karywan sudah mengetahui secara benar, biaya-biaya yang dikeluarkan.

Saya masih belum mengerti tentang illegal dan legal, karena pembelian sebuah rumah hubungan pribadi masing-masing karyawan dengan pihak bank, syahnya kesepakatan yang telah terjadi para pihak tidak ada kaitannya sama sekali dengan pengurus perseroan. Katakanlah menurut versi ini, dikategorikan legal (BOD setuju) kalau terjadi selisih perbedaan uang menurut perhitungan karywan perusahaan akan menggantinya. Tentunya juga tidak dilakukan. Karena hal ini sangat tidak mungkin terjadi jika semua dilakukan sesuai dengan yang sharusnya.

 

 

 

 

 

From: Diskusi-HRD@yahoogroups.com [mailto:Diskusi-HRD@yahoogroups.com] On Behalf Of ade.mulyarahman
Sent: Sunday, June 08, 2008 7:56 PM
To: Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Subject: [SPAM] Re: [Diskusi HRD Forum] Study case

 

dear all ..

just share ..

 

kalo menurut saya yang ada Mr.X akan pasang badan … dengan melihat kekurangan bayar/ selisih Rp.100jt per orang … kebayang berapa rupiah kalo iya perusahaan mau ganti???? 100 juta X 250 orang = Rp.25.000.000.000,-  nah … siapa yang mau bayar? amat sangat mustahil perusahaan yang akan bayar … lah kalo perusahaan yang bayar, nanti yang bayar gaji per bulan karyawan siapa?

 

masalah siapa yang salah … kayaknya semua salah …. bank juga salah g minta kuasa atau persetujuan komisaris yang berhak menentukan kerjasama MoU … BOD juga salah g pernah turun ke bawah tanya perkembangan (issue) karyawannya … dan ternyata ada unsur kepentingan dari Mr.X yang bikin keruh permasalahan … btw, kalo cari siapa kambing hitamnya itu mah yang paling gampang … tapi semua harus cari EXIT Door …

 

mungkin ini pendapat saya …

– cari Mr.X ???? untuk bertanggungjawab atas perbuatannya … sita harta yang ada (bukan dijarah yaa) … PLEASE jangan sampe anak&istrinya diterlantarkan (kehidupan sehari2 harus tetap berjalan seperti makan, sekolah, dll)

– musyawarah dulu cari gimana caranya Mr.X ganti kerugian tersebut tanpa ada yang dirugikan lagi … semua dalam satu ruangan jajaran BOD, Bank, perwakilan karyawan yang ambil KPR dan Mr.X untuk cari winwin solusinya (jangan kayak perwakilan rakyat dan LSM) semua PASTI ada jalan keluarnya …

– yang pasti perusahaan juga harus kasih kebijakan untuk teman2 yang sudah ambil KPR dengan cara sebagai penengah antara karyawan dengan bank …. jgn sampe bank ambil alih rumah tersebut

 

demikian kiranya … maaf jika tidak berkenan …

silahkan untuk rekan2 yang lain …

best regads, 

 

2008/6/9 agus_parwoto2000 agus_parwoto2000 <agus_parwoto2000@yahoo.com>:

 

Yth. Rekan Pahala P

 

Masalah ini terjadi sebagai akibat dari lemahnya kontrol. Awalnya barangkali Mr. X memang ingin membantu karyawannya yang belum memiliki rumah.

 

Dalam hal Mr. X membuat MOU dengan developer tanpa sepengetahuan Direksi, mungkin saja Mr. X menganggap bahwa hal itu merupakan salah satu kewenangannya sebagai HRD Manager dan memang kadangkala masalah kewenangan tidak diatur secara hitam putih dalam suatu perusahaan.

 

Bahwa dalam hal Direksi menganggap tindakan Mr. X adalah salah sehingga harus dilakukan PHK, mestinya hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa apakah dana hasil potongan dari karyawan telah disetor seluruhnya kepada bank.

 

Ketatnya kontrol bank terhadap kelancaran pembayaran angsuran dari debitur, sehingga apabila debitur tidak melakukan pembayaran angsuran sesuai schedule yang sudah ditetapkan, maka bank akan memberikan teguran tertulis yang ditujukan ke alamat rumah debitur.  Oleh karena itu apabila dana yang tidak disetorkan ke bank oleh Mr. X mencapai jumlah Rp. 100.- juta, apakah bank tidak pernah memberikan teguran tertulis kepada debitur ?.

 

Bahwa apabila alasan Direksi untuk mem PHK Mr. X karena dianggap telah melakukan kesalahan berat yaitu penggelapan, maka hal itu baru dapat dilakukan apabila telah ada putusan pengadilan yang bersifat tetap dan Mr. X dinyatakan bersalah.

 

Lalu bagaimana dengan recovery atas kerugian karyawan?

Sepanjang pengalaman saya, akan sangat sulit untuk menarik kembali dana yang diduga telah digelapkan oleh Mr. X. 

 

Tetapi untuk tidak membuat penasaran karyawan dan mencoba menegakkan hukum, maka anda atau siapapun yang dikuasakan oleh pihak yang dirugikan dapat membuat laporan kepolisian. Anda harus menyiapkan bukti-bukti yang diperlukan untuk mendukung laporan itu. Seletah menerima laporan maka penyidik polri akan mempelajari bukti-bukti yang anda berikan, memanggil para saksi dan kemudian apabila memang ada indikasi kuat telah terjadi perbuatan pindana penggelapan maka penyidik akan menetapkan tersangka dan seterusnya dan seterusnya….

 

Singkat kata, seandainya Mr. X karena berbagai sebab tidak dapat mengembalikan dana yang telah digelapkannya, maka Mr. X akan pasang badan, dan untuk kasus-kasus seperti ini biasanya hakim akan menjatuhkan hukuman 2/3 dari tuntutan jaksa, ya .. mungkin hakim akan memvonis maksimum 4 bulan penjara dipotong masa tahanan (biasanya).

 

Kira kira demikian, semoga bermanfaat

 

Salam

Agus


— On Fri, 6/6/08, anton sihar <antonsihar@yahoo.com> wrote:

From: anton sihar <antonsihar@yahoo.com>


Subject: Re: [Diskusi HRD Forum] Study case
To: Diskusi-HRD@yahoogroups.com

Date: Friday, June 6, 2008, 1:02 PM

Dear All,

 

Saya memberikan pendapat sbb :

 -.Saya berpikir persoalan ini dapat diselesaikan secara musyawarah terlebih

   dahulu, jika tidak mencapai kata sepakat, maka dapat ditempuh melalui jalur hukum.

 – Si X dapat di PHK karena sudah melakukan kesalahan yang berat walaupun  

   ingin menolong karyawan agar dapat memiliki rumah meskipun pada akhirnya uang itu 

   tidak disetorkan semua.

 – Si X berhak atas uang pesangon  berdasarkan peraturan ketenagakerjaan dsbnya.

 – Si X harus mengganti/membayar uang karyawan yang digelapkan    

   jika kurang maka harus dengan uang pribadi si X.

 – Kasus ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua, khususnya orang-orang yang bekerja 

   dalam bidang HRD yang rentan bisa melakukan hal yang sama.

 

 – Semoga apa yang saya utarakan bermanfaat buat kita semua dan silahkan teman2 

   dapat menambahkan pendapat atau advise.

 

   Salam
 
— On Thu, 6/5/08, yudhi amb <gyonkoo@yahoo. com> wrote:

From: yudhi amb <gyonkoo@yahoo. com>
Subject: Re: [Diskusi HRD Forum] Study case
To: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Date: Thursday, June 5, 2008, 8:26 PM

Dear Pak Pahala,
menurut saya, perusahaan memberikan pengertian kepada karyawan bahwa kesalahan tsb bukanlah kesalahan manajemen tetapi individu. Utk mendukung tsb, persilahkan karyawan melaporkan ke polisi sbg "bukti" ada unsur kesalahan atau tdk dari si X. Dalam hal ini, perusahaan tetap harus mendukung karyawan. Berdasarkan cerita bapak, tampaknya X bs diduga melakukan tindak pidana penggelapan.
Saya persilahkan rekan2 laen menambahi lagi. Terima kasih.

regards

—– Original Message —-
From: PAHALA PARUHUM <pparuhum@yahoo. com>
To: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, June 5, 2008 12:00:29 PM
Subject: [Diskusi HRD Forum] Study case

Dear HRD,

 

Mohon tanggapan rekan-rekan, kebetulan kasus ini menimpa teman kita sebut saja X seorang HR Manager dgn masa kerja 5 thn dengan kasus sbb:

 

X membuat MOU dengan salah satu developer perumahan atas nama perusahaan tanpa sepengetahuan pimpinan (tanpa surat kuasa) sejak 4 tahun lalu, X memotong gaji karyawan yang mengambil rumah (sekitar 250 org) secara diam-diam bekerjasama dengan payroll lalu untuk diteruskan ke salah satu bank.

Akhirnya pimpinan mengetahui permasalahan tsb setelah perusahaan membayarkan gaji dengan system tranfer, dan kemudian X di PHK.

Dan sekarang masalah lain muncul karena uang yang telah dipotong dari gaji karyawan sebagian tidak disetorkan tetapi entah kemana, permasalahan:

1.       X tidak dapat menerima PHK tanpa pesangon dengan alasan tidak merugikan perusahaan secara langsung dan hal itu dilakukan untuk membantu karyawan..

2.      Karyawan menuntut perusahaan agar selisih uang mereka yang tidak disetorkan ditanggung perusahaan (sekitar Rp100 jt) dan perusahaan tentu keberatan karena hal tersebut dilakukan secara illegal.

3.      Terjadi markup salary karyawan untuk meloloskan akad kredit yang mengakibatkan 40% karyawan tidak sanggup bayar angsuran.

 

 

Regards,

 

 

 


If U Don`t BeLieVe iN U`r self, No B0DY eLse WiLL …
——————————————————–
ade mulyarahman,
Corporate Legal
Bogor Lakeside
Perumahan Danau Bogor Raya, Bogor 16143 Indonesia
p. +62251.318111 ext.119
f.  +62251.311924

__._,_.___

Spektakuler Workshop !!
"Salary Structure Based 3P Concept"
16 – 17 Juni 2008, Aston Atrium Hotel, Jakarta
http://www.HRD-Forum.com
HOTLINE : 08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Dapatkan Agenda Training Thn 2008 hanya di :
http://www.HRD-Forum.com
http://www.agenda.HRD-Forum.com
Untuk Pendaftaran dapat menghubungi HOTLINE kami di :
08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Komunitas HRD Terbesar di Indonesia
YM : hrdforum
———————————–
Penting buat Praktisi HRD !!
http://hr-expert.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
http://kpi-owner.blogspot.com/
http://compensations.blogspot.com/
http://recruitmentskill.blogspot.com/
———————————–
Service Kami meliputi ; Training/Seminar/Workshop baik InHouse maupun Public, Konsultasi, Recruitment & Selection khusus untuk posisi HRD, Assessment, Outdoor Activity Programs, Dll yang masih berhubungan dengan bidang tugas HRD.
————————————
Jika Anda belum bergabung kirimkan email ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com
———————
Dicari Freelance Trainer !
Anda mempunyai keahlian & pengalaman mengajar di bidang HR ?
Kirim CV anda ke ; HRD.Forum@gmail.com
Subject : Freelance Trainer
———————
http://hrd-forum.blogspot.com/
———————
bagi yang ingin Contoh-contoh KPI
http://kpi-owner.blogspot.com/
———————
http://free-toefl-test.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
MARKETPLACE
You rock! Blockbuster wants to give you a complimentary trial of Blockbuster Total Access. <!– var title = ‘TITLE’; try { if (title == unescape(‘%u0054%u0049%u0054%u004C%u0045’) && document.title) title = document.title; var https = false; try {https = document.location.href.indexOf(‘https’)==0}catch(e){} document.write(‘‘); } catch(e){} //–>

Recent Activity

Visit Your Group

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Y! Messenger

Quick file sharing

Send up to 1GB of

files in an IM.

Best of Y! Groups

Check out the best

of what Yahoo!

Groups has to offer.

.


__,_._,___

Written by brammantya kurniawan

June 10, 2008 at 12:03 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: