BeritaHR

Media Belajar Human Resources

[Diskusi HRD Forum] Permen No.1 Th. 1999 Upah Minimum

leave a comment »

Dear Pak Agus,

Sejujurnya “grey area” untuk masalah “komponen upah” ini sangat “meresahkan” bagi kita HRD.
Selama 5X kali saya pindah tempat kerja dimana posisi saya sebagai HRD ataupun konsultant, pertanyaan ini selalu dilontarkan oleh perusahaan :
Jika memang komponen Upah Minimum = Upah pokok, diluar tunjangan tetap, bagaimana jika perusahaan “sanggup” memberikan upah pokok 85% tapi memberikan tunjangan tetap 15%?
Biasanya pertanyaan ini dilontarkan oleh perusahaan yang membayar pajak PPH21 pegawainya. (Pajak Penghasilan tidak dipotongkan dari gaji).
Sepengetahuan saya dari perhitungan pajak penghasilan banyak perusahaan menggunakan “trik” gaji dibayarkan via bank (transfer) sedangkan tunjangan dibayarkan via petty cash. Sebab jika asal komponen upah pokok + tunjangan tetap dijadikan satu dalam satu sumber pembayaran (bank) pajak yang akan ditanggung perusahaan besar (mengingat dia yang tanggung PPh21 karyawan). Sedangkan jika pembayaran tunjangan tetap dibayarkan via petty cash, bisa gak bayar pajak.
Nah… kalau urusan pajak gini, mana bisa kita pada HRD “debat” mempertahankan Upah Pokok = Upah Minimum?
Ujung2nya saya ditanya : Pokoknya kalau perusahaan memberikan upah pokok kurang dari minimum, tapi ada tunjangan tetap boleh tidak? Apa gak bingung ditanya seperti itu?

Itulah sedikit share saya…

 

Diah Wulandari
PT Gyrodata Indonesia
Bank Raya II No. 16 Kemang
Jakarta Selatan
Mobile : +62 811.325.702

—– Pesan Asli —-
Dari: agus sudjanadi <agussudjanadi@yahoo.co.id>
Kepada: Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Terkirim: Kamis, 24 April, 2008 12:52:42
Topik: Bls: [Diskusi HRD Forum] Permen No.1 Th. 1999 Upah Minimum

Dear Ibu Diah,
Maaf jika statement saya membuat ibu bingung. Ibu benar bahwa UU 13/2003 tidak menjelaskan secara eksplisit bahwa Upah pokok = Upah Minimum Kab./Kota, tetapi saya yakin kita memiliki pemahaman yang sama bahwa penetapan upah minimum (UMK) adalah sebagai jaring pengaman. Oleh karena itu saat pekerja tidak masuk bekerja (bukan karena mangkir) maka seyogyanya mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup yang layak (mendapatkan haknya atas upah sebesar upah minimum). Praktik yang ada pada beberapa perusahaan menunjukkan bahwa tunjangan tetap (misalnya tunjangan masa kerja) diberikan kepada pekerja yang memiliki masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih. Mengingat upah minimum berlaku untuk karyawan yang memiliki masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun maka dalam menanggapi pertanyaan Bapak Yanuar saya lebih condong ke alternatif kedua dimana Upah Pokok Rp. 1.020.000,- & Tunjangan Tetap Rp. 200.000,-
 
Mengenai pernyataan ibu bahwa tunjangan tidak tetap bukanlah komponen upah saya setuju walaupun dalam hati kecil saya terkadang masih ragu. Keraguan ini timbul karena:
1. UU 13/2003 Pasal 94 menyebutkan “Dalam hal komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap maka …. dst”.  Dari Pasal ini sebenarnya pengusaha dapat memasukkan tunjangan tidak tetap sebagai komponen upah.
2. Kepmenaker 102/2004 Pasal 10 ayat (2) menyebutkan “Dalam hal upah terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap, apabila …. dst”..  Dari ayat ini lebih menguatkan bahwa tunjangan tidak tetap sebenarnya dapat dimasukkan dalam komponen upah.
Demikian, maaf jika penafsiran saya salah.
 
Salam,
Agus Sudjanadi
 
 

 
—– Pesan Asli —-
Dari: Diah Wulandari <wulan24bee@yahoo. co.id>
Kepada: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Terkirim: Rabu, 23 April, 2008 09:35:41
Topik: [Diskusi HRD Forum] Permen No.1 Th. 1999 Upah Minimum

Dear Pak Agus,

Jujurnya saya masih bingung dengan statement Bapak :

Pengertian dalam UU 13/2003 adalah:
Upah Pokok = Upah Minimum Kab./Kota.
Tunjangan Tetap = Tunjangan yang pemberiannya tidak dikaitkan dg kehadiran pekerja (komponennya tergantung perusahaan/bisa berbeda antara perusahaan yang satu dg yang lainnya).

Sepengetahuan saya dalam UU 13/2003 tidak disebutkan secara “explisit” bahwa Upah Pokok = Upah Minimum Kota/Kab.

Kalau ditelusuri dalam Kepmen No.102/2004 pasal 10, sekalipun itu untuk menghitung lembur, bisa diasumsikan/ ditafsirkan bahwa muatan Upah (bisa dibilang UMP/UMR) adalah 75% upah pokok (minimum) & 25% tunjangan tetap. Tunjangan Tidak Tetap itu bukanlah komponen Upah, jadi sebaiknya diabaikan dalam pembicaraan Upah.
Sepengetahuan saya Kepmen 102/2004 ini satu2nya “clue” komponen Upah Minimum (Prop/Kab)
Sedangkan dalam UU 13/2003 selalu menyebutkan kata Upah = Upah Minimum, bukan Upah Pokok.
Pastinya, peraturan perundang2an mengatakan secara explisit : Jika perusahaan sudah memberikan lebih baik dari Upah Minimum, itu harus digunakan terus dan tidak boleh dikurangi. Namun alangkah baiknya, kita menemukan “aturan” yang jelas yang mengatakan secara explisit bahwa Upah Pokok = Upah Minimum.

Mengenai Tunjangan tetap, saya setuju sekali dengan pengertian yang Bapak ajukan, karena di Perpajakan juga ditetapkan pengertian yang sama.

Please advice jika ada masukkan dari teman2 yang lain.

 

Diah Wulandari
PT Gyrodata Indonesia
Bank Raya II No. 16 Kemang
Jakarta Selatan
Mobile : +62 811.325.702

—– Pesan Asli —-
Dari: agus sudjanadi <agussudjanadi@ yahoo.co. id>
Kepada: Diskusi-HRD@ yahoogroups. com
Terkirim: Selasa, 22 April, 2008 15:36:50
Topik: Bls: [Diskusi HRD Forum] Permen No.1 Th. 1999 Upah Minimum

Dear Pak Yanuar,
1. Jika kita mendasarkan pada Permenaker No. 1 Tahun 1999 pasal 1 ayat (1) maka menurut saya kedua contoh tersebut benar. Tetapi dengan diberlakukannya Kepmenaker No. 226 tahun 2000 maka yang berlaku saat ini adalah contoh no. 2 karena Upah Minimum Kab/Kota adalah upah minimum yang berlaku di daerah kab/kota sehingga upah pokok untuk pekerja sedikitnya Rp. 1.020.000,-
2. Dengan diberlakukannya UU No. 13/2003 maka Permenaker No. 1/1999 tetap berlaku (sebagian) mengingat pada tahun 2000 Menaker telah mengeluarkan Kepmenaker No. 226/2000 tentang Perubahan Permenaker No. 1 Tahun 1999 (Perubahan ada pada Pasal 1, 3,4, 8,11, 20 & 21) dan Pasal 9 Permenaker No. 1/1999 dihapus serta ada penambahan Pasal pada Kepmenaker 226/2000 yang diletakkan pada Pasal 25.
Pengertian dalam UU 13/2003 adalah:
Upah Pokok = Upah Minimum Kab./Kota.
Tunjangan Tetap = Tunjangan yang pemberiannya tidak dikaitkan dg kehadiran pekerja (komponennya tergantung perusahaan/bisa berbeda antara perusahaan yang satu dg yang lainnya).
Demikian, mohon koreksi rekan-rekan.

 

Salam,

Agus Sudjanadi

 


—– Pesan Asli —-
Dari: Yanuar Simanjuntak <yanjuntak@yahoo. co.id>
Kepada: diskusi-hrd@ yahoogroups. com
Terkirim: Selasa, 22 April, 2008 09:26:04
Topik: [Diskusi HRD Forum] Permen No.1 Th. 1999 Upah Minimum

Dear All,
 
Mohon pencerahan dan masukannya
 
Dalam Permen No.1 Th. 1999 tentang Upah Minimum dalam BAB I Pengertian Pasal I Dalam Peraturan Menteri ini yg dimaksud dengan,
1. Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yg terdiri dari upah pokok termasuk
    tunjangan tetap
 
Pertanyaannya adalah :
 
1. Dari 2 contoh dibawah ini, sesuai dengan ayat 1 diatas, manakah yg dapat atau benar 
    untuk dilakukan ?. 
 
    UMP = Rp.1..020.000, -
 
    1. Upah Pokok = Rp.   900.000,-                      2. Upah Pokok = Rp.1.020.000, -
        Tj. Tetap      = Rp.   120.000,- =                       Tj. Tetap      = Rp.   120.000,- =
        Total            = Rp.1.020.000, -                          Total            = Rp.1.120.000, -
   
2. Apakah Permen ini masih berlaku ?
    Dalam UU 13 Th. 2003 Ketenagakerjaan
    Upah = Upah Pokok + Tj. Tetap
 
Terimakasih.
 
Salam,
 
 


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

__._,_.___

IKUTI Surabaya – Road Show !!
26-31 Mei 2008 – http://www.HRD-Forum.com
HOTLINE : 08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Dapatkan Agenda Training Thn 2008 hanya di :
http://www.HRD-Forum.com
http://www.agenda.HRD-Forum.com
——————————–
Workshop Lainnya ada di : http://www.agenda.HRD-Forum.com
Untuk Pendaftaran dapat menghubungi HOTLINE kami di :
08788-1000-100 | 0815 1049 0007 | 021-70692748 |
——————————–
Diskusi-HRD@yahoogroups.com
Komunitas HRD Terbesar di Indonesia
———————————–
HOT LINE SERVICES
Telp. 021-70692748 atau 0815 1049 0007
YM : hrdforum
———————————–
Penting buat Praktisi HRD !!
Gratis bagi anda yg ingin lebih advance lagi
http://hr-expert.blogspot.com/
http://management-hr.blogspot.com/
———————————–
Service Kami meliputi ; Training/Seminar/Workshop baik InHouse maupun Public, Konsultasi, Recruitment & Selection khusus untuk posisi HRD, Assessment, Outdoor Activity Programs, Dll yang masih berhubungan dengan bidang tugas HRD.
————————————
Jika Anda belum bergabung kirimkan email ke :
Diskusi-HRD-subscribe@yahoogroups.com
———————
Dicari Freelance Trainer !
Anda mempunyai keahlian & pengalaman mengajar di bidang HR ?
Kirim CV anda ke ; HRD.Forum@gmail.com
Subject : Freelance Trainer
———————
http://hrd-forum.blogspot.com/
———————
bagi yang ingin Contoh-contoh KPI
http://kpi-owner.blogspot.com/
———————
http://free-toefl-test.blogspot.com/

Recent Activity

Visit Your Group

Ads on Yahoo!

Learn more now.

Reach customers

searching for you.

Y! Messenger

Group get-together

Host a free online

conference on IM.

Y! Groups blog

the best source

for the latest

scoop on Groups.

.


__,_._,___

About these ads

Written by brammantya kurniawan

April 25, 2008 at 3:37 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: